Breaking News:

Problem Pemilu 2019 Mirip Api dalam Sekam, Pengamat Apresiasi Forkopimda Jatim Gelar Deklarasi

Pasalnya, deklarasi tersebut akan menjadi gambaran kondusivitas masyarakat Jatim selama menunggu PHPU selesai.

Kolase TribunMadura.com (Sumber: Tribunnews dan Instagram)
Jokowi - Maruf dan Prabowo - Sandi di Pilpres 2019 

Problem Pemilu 2019 Mirip Api dalam Sekam, Pengamat Apresiasi Forkopimda Jatim Gelar Deklarasi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pakar Psikologi Politik Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag) Andik Mutulessy mengapresiasi acara Deklarasi Anti Kerusuhan yang diinisasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jatim yang bakal dihelat, Minggu (16/6/2019) besok.

Deklarasi itu dinilai Andik penting selama berlangsungnya sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, sejak Jumat (14/6/2019) kemarin hingga Jumat (28/6/2019) mendatang.

Pasalnya, deklarasi tersebut akan menjadi gambaran kondusivitas masyarakat Jatim selama menunggu PHPU selesai.

PDIP Beri Sindiran Keras ke Risma Jelang Pilkada Surabaya 2020, Hal Prinsip Ini yang Jadi Pemicunya

Ada Rumah Terbuat dari Kontainer Bekas di Sidoarjo, Lebih Hemat Biaya dan Anti Rayap

Babak Baru Kasus SUAMI GADAIKAN ISTRI di Lumajang, Si Istri Bantah Digadaikan Malah Memilih Menikah

"Deklarasi yang dilakukan para pimpinan (Forkopimda Jatim) apapun cukup penting," katanya saat dihubungi TribunMadura.com, Sabtu (15/6/2019).

"Karena bisa memberikan sebuah gambaran, bahwa situasi ini sedang kondusif, positif dan tidak ada masalah," lanjutnya.

Selain itu, acara deklarasi semacam itu, dinilai Andik, mampu meredam potensi konflik horizontal yang berpotensi muncul membelah masyarakat Jatim.

"Jadi sebenarnya problem-problem itu, mirip, api dalam sekam," jelasnya.

"Problem-problem itu akan bisa tereliminir jika pemimpin pimpinan pimpinan juga punya pandangan-pandangan yang positif," katanya.

Kendati demikian, baginya, sejauh ini kondisi Jatim selama bergulirnya pesta demokrasi lima tahunan pada Rabu (17/4/2019) silam, masih relatif kondusif.

"Kecuali di Madura, memang di daerah Madura yang memang potensi konfliknya di sana tinggi," tandasnya.

Sekadar diketahui, Forkopimda Jatim mengajak warga Jatim untuk deklatasi anti kerusuhan yang bertempat di Monumen Polisi Istimewa, Jalan Polisi Istimewa, Keputran, Tegalsari, Surabaya, Minggu (16/6/2019) besok.

Ibu ini Kesurupan, Bangkit dan Teriak Jangan Bawa Tumbalku, Usai Kecelakaan dan Diduga Meninggal

Hanya Cukup Membayar Rp 10 Juta, All New Jimny (Suzuki Jimny) Sudah Siap di Garasi Rumah

Lawatan Bupati Bojonegoro ke Inggris Diprotes DPRD, YIPA si Pengundang dan Khofifah Angkat Bicara

Deklarasi itu akan dihadiri langaung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

Deklarasi akan dilaksanakan di depan Monumen Polisi Istimewa. Namun sebelum itu, sekitar pukul 05.30 WIB diawali dengan jalan santai start dari depan Rumah Dinas Panglima Kodam V/Brawijaya, lalu berhenti untuk menandatangani komitmen bersama dan deklarasi di monument Tugu Polisi Istimewa Surabaya.

Hal itu bertujuan untuk meredam potensi kerusuhan yang terjadi selama sidang permohonan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) yang berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, sejak Jumat (14/6/2019) kemarin, hingga Jumat (28/6/2019) mendatang. (Luhur Pambudi)

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved