Berita Pamekasan

Tuntut Pengusutan Pelaku Aksi 22 Mei di Jakarta, Sejumlah Aktivis Mahasiswa Geruduk Polres Pamekasan

Sejumlah aktivis HMI Cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi Unira melakukan aksi di depan Kantor Polres Pamekasan.

Tuntut Pengusutan Pelaku Aksi 22 Mei di Jakarta, Sejumlah Aktivis Mahasiswa Geruduk Polres Pamekasan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah aktivis mahasiswa saat melakukan aksi di Kantor Polres Pamekasan, Senin (17/6/2019). 

Sejumlah aktivis HMI Cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi Unira melakukan aksi di depan Kantor Polres Pamekasan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah aktivis mahasiswa melakukan aksi di depan Kantor Polres Pamekasan, Senin (17/6/2019).

Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi Universitas Madura itu datang ke Kantor Polres Pamekasan untuk menyikapi kejadian aksi 22 Mei di Jakarta, lalu.

Ketua Umum HMI Cabang Pamekasan Komisariat Ekonomi Unira, Mohammad Lutfi mengaku, ingin menyampaikan aspirasi dan beberapa tuntutan terkait kejadian tragedi aksi 22 Mei 2019 yang menelan korban.

Gelar Solidaritas Korban Aksi 22 Mei, Massa Gerakan Umat Islam Pamekasan Buka Penggalangan Dana

"Jadi kami menyampaikan beberapa tuntutan tadi, tujuannya supaya tragedi aksi 22 Mei tersebut tidak terjadi lagi dan bisa diminimalisir," kata Mohammad Lutfi.

Mereka meminta, istitusi Polri untuk bertanggung jawab penuh terhadap kejadian aksi 22 Mei di Jakarta dan bersikap tegas dalam pengusutan tragedi kemanusiaan serta bersikap profesional.

"Kami meminta profesionalitas Lolri untuk menyikapi kejadian aksi 21-22 Mei yang terjadi di Jakarta itu hingga menelan korban," pinta Mohammad Lutfi.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada institusi Polri untuk mengusut tuntas dan diproses secara hukum, apabila ada oknum yang berasal dari pihak kepolisian.

Gerakan Umat Islam Pamekasan Gelar Aksi Solidaritas di depan Gedung DPRD, Doakan Korban Aksi 22 Mei

"Kami minta dan mendukung para pencari fakta hanya dilakukan oleh tim gabungan pencari fakta (TGBF)," ujar Mohammad Lutfi.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved