Berita Ponorogo

Waspada SPBU Menjual BBM Oplosan di Ponorogo, Modusnya Sudah Berlangsung 6 Bulan Lalu

Polisi menyita SPBU yang menjual Bahan Bakar Minyak oplosan di Kabupaten Ponorogo.

Waspada SPBU Menjual BBM Oplosan di Ponorogo, Modusnya Sudah Berlangsung 6 Bulan Lalu
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi 

Polisi menyita SPBU yang menjual Bahan Bakar Minyak oplosan di Kabupaten Ponorogo

TRIBUNMADURA.COM, PONOROGO - Polres Ponorogo memasang police line di SPBU 54.634.20 Desa Bangunrejo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Minggu (16/6/2019).

Stasiun pengisian bahan bakar ini diamankan lantaran kedapatan mengoplos Bahan Bakar Minyak (BBM).

"Berawal dari informasi masyarakat, kami lakukan penyelidikan," kata Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Maryoko saat dihubungi, Senin (17/6/2019) pagi.

Pekerja Jasa Pencucian Kendaraan Tewas di Truk Tangki BBM, Pertamina Siap Bantu Penyidikan Polisi

"Pada kejadian itu ditemukan, dua orang berinisial A dan D tertangkap tangan sedang mencampur dengan menggunakan alat selang, paralon, dari dispenser pom bensin ke tangki di bawah tanah," sambungnya.

AKP Maryoko menuturkan, dua orang yang ditangkap berinisial A dan D, bekerja sebagai manajer dan sekuriti di SPBU tersebut.

Menurut AKP Maryoko, keduanya saat ini masih ditahan dan menjalani pemeriksaan.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan dua orang tersebut, pengoplosan BBM sudah berlangsung kurang lebih sekitar enam bulan.

Modus yang dilakukan yakni dengan cara mencampur 500 liter biosolar dengan 15 ribu liter premium.

Kemudian, hasil oplosan itu dicampur dengan 15 ribu liter pertamax.

Istri Ditemukan Tewas Terbakar oleh Suaminya Sendiri, Jeriken BBM dan Korek Api Jadi Barang Bukti

"Jadi dari dispenser biosolar, ke tangki bawah premium, dari premium dimasukan ke tangkinya pertamax, sehingga volume pertamaxnya bertambah," jelas AKP Maryoko.

AKP Maryoko mengatakan, agar aktifitas ilegal tersebut tidak diketahui masyarakat, keduanya mengoplos BBM pada malam hari, ketika SPBU tutup.

Namun, AKP Maryoko mengungkapkan, belum melakukan penghitungan secara mendetail berapa keuntungan dari hasil pengoplosan tersebut.

"Dijual keuntungan dari hasil lenjualan pertamax," ucap AKP Maryoko.

"Keuntungan belum kami hitung. Yang jelas, nilai selisihnya antara Rp 2000 hingga Rp 3000," imbuhnya. (rbp)

Hendak Membuat Pentol, Api dari Kompor Sambar Jeriken Berisi BBM yang Hanguskan Sebuah Toko

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved