Berita Sumenep

Harga Garam di Sumenep Madura Terpuruk, Satu Tonnya Dihargai Cuma Rp 300 Ribu - Rp 500 Ribu

Sejumlah petani garam di Kabupaten Sumenep mengeluhkan turunnya harga garam saat ini.

Harga Garam di Sumenep Madura Terpuruk, Satu Tonnya Dihargai Cuma Rp 300 Ribu - Rp 500 Ribu
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Petani garam sedang mengangkut garam di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Rabu (26/6/2019). 

Sejumlah petani garam di Kabupaten Sumenep mengeluhkan turunnya harga garam

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Sejumlah petani garam di Kabupaten Sumenep mengeluhkan turunnya harga garam pada awal musim garam tahun ini.

Penurunan harga garam di Kabupaten Sumenep diduga dipicu adanya PT Garam di Kecamatan Kalianget.

"Sekarang harganya sudah turun parah," kata Atmawi, petani garam di Desa Gersik Putih kepada TribunMadura.com, Rabu (26/6/2019).

Harga Garam Turun pada Awal Musim, Petani Garam Rakyat di Sumenep Madura Menjerit

Atmawi mengaku, garamnya saat ini hanya dibeli seharga Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu per tonnya.

"Harga yang sekarang sangat tidak cukup untuk kebutuhan keluarga, tapi mau kerja apalagi ya terpaksa," katanya.

Atmawi menyebut, tidak ada bedanya antara garam KW 1 dan KW 2, karena sudah menggunakan alat terpal dalam proses membuat garam.

"Sekarang garam sudah bagus kan dalam proses membuatnya sudah menghunakan terpal, iya kalau dulu langsung ke tanah," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Risto (56), petani garam asal Desa Pinggirpapas.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved