Berita Sumenep

Harga Garam Turun pada Awal Musim, Petani Garam Rakyat di Sumenep Madura Menjerit

Sebagian besar petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep mengeluhkan harga garam pada awal musim.

Harga Garam Turun pada Awal Musim, Petani Garam Rakyat di Sumenep Madura Menjerit
TRIBUNMADURA.COM/M RIFAI
Petani garam di Kabupaten Sumenep, Senin (24/6/2019). 

Sebagian besar petani garam rakyat di Kabupaten Sumenep mengeluhkan harga garam pada awal musim

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Memasuki masa panen garam pada awal musim kemarau tahun 2019, sebagian besar petani garam rakyat justru menjerit.

Mereka mengeluhkan karena harga garam pada pembuka musim garam tahun ini, terjun bebas hingga mendekati harga garam 10 tahun silam.

“Saat ini yang paling buruk dalam sejarah garam sejak pengolahan garam dengan teknik modernisasi," kata Muzammil, ketua Paguyuban petani garam rakyat sejahtera (Pegas) Sumenep, Senin (24/6/2019).

Petani Garam di Sidoarjo Keluhkan Harga Garam Anjlok, Masuknya Garam Impor Diduga Jadi Sebab

"Harga saat ini mirip saat garam rakyat masih digarap dengan cara tradisional,” sambung dia.

Menurut Zammil, harga garam rakyat pada awal musim tahun ini hanya dibeli sebesar Rp 500 ribu per ton.

Harga ini sangat membuat perani garam rakyat kelimpungan, mengingat hasil garam rakyat pada awal musim saat ini sangat bagus.

Hal itu dikarenakan cuaca musik kemarau tahun ini sangat terik dan mendukung pertanian garam.

“Kita sama-sama bingung, mengapa di saat hasil garam melimpah dan kualitasnya luar biasa," ucap dia.

Petani Mengeluh Harga Garam Turun Hingga 50% di Sampang, Petani Sebut Akibat Kebijakan Impor Garam

"Tapi malah garam rakyat justru dibeli dengan harga yang sangat tidak pantas,” sambungnya.

Ia menjelaskan, sekitar lima tahun lalu, harga garam rakyat justru sempat mencapai puncaknya, dengan harga sebesar Rp 4 jutaan per ton.

Lalu terus menurun, dan pada tahun 2016 lalu menjadi Rp 2,5 juta perton hingga pada musim garam tahun 2018 lalu turun lagi menjadi Rp 1,5 juta perton. 

“Tragisnya tahun ini terjun bebas ke Rp 500 ribu perton. Atau Rp 5 ribu perkilogramnya. Sungguh ini akan mematikan penghidupan petani garam di Sumenep,” imbuhnya.

Jaksa Sebut Pelaku Pembunuhan dan Mutilasi di Pasar Besar Malang Berpotensi Dikenai Pasal Berlapis

Penulis: Mohammad Rifai
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved