Berita Madiun

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Kabupaten Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai.

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai
pxhere
Ilustrasi - Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Kabupaten Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai. 

Gara-gara Percaya Mitos ini, Warga di Madiun Pilih Buang Popok Bayi yang Sulit Terurai ke Sungai

TRIBUNMADURA.COM, MADIUN - Sampah dan plastik kini telah menjadi permasalahan serius serta ancaman global. Pasalnya, keduanya menyebabkan kerusakan lingkungan yang berujung terjadinya bencana dan wabah penyakit.

Oleh sebab itu, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, dalam setiap kesempatan selalu mengkampanyekan "Anti Sampah Plastik".

Menurut Ahmad Dawami, kesadaran masyakat Kabupaten Madiun akan pentingnya menjaga lingkungan dari sampah dan plastik masih kurang.

Bahkan, masih ada beberapa masyarakat yang percaya dengan mitos yang tidak benar.

Sebagian masyarakat masih percaya bahwa pampers alias popok bayi tidak boleh dibakar.

Gubernur Jatim Khofifah Mantu - Cerita Jadiannya Seperti FTV & Cara Eks Mensos Ngetes Calon Menantu

Menikah Lebih Dengan Satu Pria, Aksi Wanita Poliandri ini Terbongkar Suami Pertama Berkat GPS

PENDAFTARAN CPNS 2019 dan PPPK 2019, Cek Formasi, Login Melalui Link Resmi sscasn.bkn.go.id

Karena takut dengan mitos tersebut, sehingga masyarakat membuang popok bayi itu ke sungai.

Padahal, popok bayi merupakan sampah yang sulit terurai.

"Masih banyak masyarakat kita yang masih membuang sampah pampers ke sungai karena takut mitos, kalau pempres tidak boleh dibakar. Itu yang membuat sungai tercemar, dan apabila termakan ikan, ikan tersebut teracuni oleh pempres tersebut," kata Kaji Mbing, sapaan akbran Ahmad Dawami, Rabu (26/6/2019).

Padahal, kata Kaji Mbing ini, ada ribuan bayi yang berusia 0 hingga 3 tahun.

Oleh sebab itu, penting untuk melakukan kampanye agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.

Tujuh Ribu Muslimat dan Emak-emak Bakal Hadiri Akad Nikah Anak Gubernur Jatim Khofifah

Sudah Pensiun Masih Terima Tunjangan Profesi, BPK Minta 15 Guru Kembalikan Tunjangan yang Diterima

KABAR TERBARU Rujak Cingur Rp 60 Ribu di Surabaya, Pembeli Makin Membludak Mella Bikin Rencana Lain

Incar Mahasiswa UTM, Begal Motor Sadis Kembali Beraksi di Bangkalan dan Bacok Kepala Mahasiswi

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved