Berita Bangkalan

Begal di Bangkalan Kembali Beraksi, Polres Bangkalan Jaga 24 Jam Tiga Pos Jalur-Jalur Rawan

Polres Bangkalan meningkatkan keamanan dengan berjaga 24 jam di tiga pos polisi.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan didampingi Kasat Lantas AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro mengecek kesiapan personel di Pos Polisi Desa Sendang Laok Kecamatan Socah, Minggu (30/6/2019) 

Polres Bangkalan meningkatkan keamanan dengan berjaga 24 jam di tiga pos polisi

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Kembalinya aksi pelaku pencurian dengan kekerasan alias begal, memaksa Polres Bangkalan meningkatkan keamanan.

Tiga pos polisi di jalur rawan begal dijaga 24 jam personel bersenjata laras panjang.

Tiga pos polisi tersebut berada di Jalan Raya Telang Kecamatan Kamal, Jalan Raya Desa Pendabah Kecamatan Kamal, dan Jalan Raya Desa Sendang Laok Kecamatan Socah.

Beredar Surat Terbuka Terkait Keluhan Maraknya Aksi Begal di Bangkalan, Polda Jatim Angkat Bicara

Dua pos polisi terakhir merupakan pos baru yang dibangun hasil swadaya masyarakat bersama Polres Bangkalan dalam beberapa bulan terakhir.

Kapolres Bangkalan, AKBP Boby Paludin Tambunan mengungkapkan, penjagaan tiga pos tersebut sejatinya sudah lama dilakukan, namun, tidak 24 jam penuh.

"Mungkin sore datang sambil patroli rutin. Tapi sejak kejadian curas itu, kami tingkatkan penjagaan selama 24 jam," ungkap AKBP Boby Paludin Tambunan kepada Surya (Grup TribunMadura.com), Minggu (30/6/2019).

Dua aksi begal kembali mengguncang masyarakat Kabupatem Bangkalan setelah setahun terakhir mereda.

Pelaku begal menyasar mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Hati-Hati Begal Modus Baru, Korban Dituduh Telah Memukul Temannya, Motor Korban Lalu Digondol

Dwi Wibowo (22) asal Kabupaten Gresik ditemukan terkapar dengan luka bacok di bahu kanan ketika melintasi Jalan Desa Morkepek Kecamatan Labang, Minggu (12/5/2019).

Mutnati (19), mahasiswa Fakultas Ekonomi Pembangunan UTM asal Desa Kajuanak Kecamatan Galis juga menjadi korban begal.

Saat itu, ia dibonceng teman prianya, Holik (22), warga Desa Paterongan Kecamatan Galis ketika mendekati 100 meter sebelum Pos Polisi di Jalan Raya Desa Pendabah, Rabu (25/6/2019).

AKBP Boby Paludin Tambunan menjelaskan, upaya meningkatkan penjagaan tiga pos polisi sebagai upaya menekan sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku begal.

"Kami tingkatkan patroli di jam-jam rawan begal dengan memaksimalkan jumlah personel yang ada. Terpaksa geser sana geser sini," pungkasnya. (Surya/Ahmad Faisol)

Remaja Lulusan SMP Terjaring Razia Pasangan Bukan Suami Istri di Kamar Kos dan Penginapan Satpol PP

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved