Berita Pamekasan

Pasca Lurah Kolpajung Pamekasan Digeruduk Warganya, Camat Minta Lurah Kembalikan Sertifikat Tanah

Saudi Rahman meminta, agar Abd. Aziz mencabut sertifikat tanah percaton tersebut yang sudah disertifikatkan atas nama Mahmud.

Pasca Lurah Kolpajung Pamekasan Digeruduk Warganya, Camat Minta Lurah Kembalikan Sertifikat Tanah
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat Camat Pamekasan dan Lurah Kolpajung Pamekasan melakukan mediasi dengan warga Kolpajung, Senin (1/7/2019). 

Pasca Lurah Kolpajung Pamekasan Digeruduk Warganya, Camat Minta Lurah Kembalikan Sertifikat Tanah

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pasca Lurah Kolpajung Pamekasan, Abd Asis didemo warga terkait dugaan telah melakukan penyelewangan terhadap penjualan tanah percaton, Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman meminta Lurah Kolpajung untuk mengembalikan tanah percaton yang bersertifikat pribadi agar segera diproses dan dikembalikan ke negera, Senin (1/7/2019).

Hal itu disampaikan Saudi Rahman saat menemui puluhan massa.

Saudi Rahman meminta, agar Abd. Aziz mencabut sertifikat tanah percaton tersebut yang sudah disertifikatkan atas nama Mahmud.

"Kami minta pak Lurah mencabut sertifikat yang sudah diubah dan dikembali ke tanah milik negara," kata Saudi Rahman.

Lurah Kolpajung Pamekasan Digeruduk Massa, Diduga Menjual Tanah Percaton ke Warganya

Pacitan KLB Hepatitis A, Bupati Ponorogo Imbau Warganya Tak Pergi ke Pacitan untuk Sementara Waktu

Paul Pogba Gerah di Manchester United, Datangi Pelatih Bahas Hijrahnya, Real Madrid Kandidat Kuat

Bahkan, Saudi memerintahkan Lurah Aziz untuk melakukan mediasi dengan pemilik sertifikat tanah percaton di RT/RW 01/05 Dusun Bata-bata untuk di kembalikan ke negara.

"Lurah Kolpajung disarankan untuk segera melakukan mediasi dengan pemilik sertifikat untuk berkenan mengembalikan tanah tersebut," harapnya.

Selain itu, Saudi menegaskan, tanah percaton yang muncul sertifikat tanggal 17 November 2015 dengan luas 2.181 m2 itu untuk diberi patok tanah percaton kembali.

"Tujuannya agar tidak kembali terjadi polemik seperti ini," pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved