Berita Pamekasan

Tanah Percaton 2.181 m2 di Kolpajung Pamekasan yang Dijual & Disertifikatkan Lurah Akhirnya Disegel

Tanah Percaton atau Tanah Kas Desa (TKD) Seluas 2.181 m2 di Kolpajung Pamekasan yang Dijual dan Disertifikatkan Lurah Akhirnya Disegel.

Tanah Percaton 2.181 m2 di Kolpajung Pamekasan yang Dijual & Disertifikatkan Lurah Akhirnya Disegel
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
Tanah percaton atau tanah kas desa (TKD) di Dusun Bata-bata, Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan saat disegel, Senin (1/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Tanah Percaton atau tanah kas desa (TKD) di Dusun Bata-bata, Kecamatan Kota, Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan, Madura seluas 2.181 meter persegi, yang diduga sudah dijual dan disertifikatkan oleh Lurah Kolpajung Pamekasan akhirnya disegel, Senin (1/7/2019).

Penyegelan dilakukan setelah dilakukan audiensi selama sekitar tiga jam dengan sejumlah massa yang melakukan aksi di Kantor Kelurahan Kolpajung, Pamekasan.

Hadir dalam audiensi tersebut Lurah Kolpajung, Abd Asis, Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman dan perwakilan masyarakat Kolpajung.

Saat dilakukan penyegelan, warga bersama camat membawa papan nama yang ditempelkan kertas karton berwarna merah muda dengan tulisan 'Tanah Percaton Dalam Sengketa'.

Saat penyegelan berlangsung disaksikan oleh Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman, Babinsa Kelurahan Kolpajung, Bhabinkamtibmas Kelurahan Kolpajung serta perwakilan dari sejumlah masyarakat setempat.

Ketika dilakukan penyegelan, Lurah Kolpajung tidak hadir ke lokasi.

Camat Kota Pamekasan, Saudi Rahman mengatakan, disegelnya tanah percaton itu dalam artian tidak boleh ada masyarakat atau siapa pun yang boleh menggunakan tanah tersebut.

"Kami segel sementara namun proses permasalahan tanah ini akan terus berjalan. Karena tanah ini masih sengketa," kata Saudi Rahman.

Sedangkan, Jumai Korlap Aksi mengatakan, bahwa pihaknya akan terus mengawal permasalahan ini hingga ke ranah hukum.

"Kami melakukan protes ini atas keluhan dan aspirasi masyarakat. Akan kami kawal terus permasalahan ini hingga ke ranah hukum," tegasnya.

Sekadar diketahui, tanah yang disegel atau sedang dalam sengketa tersebut seluas 2.181 meter persegi.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved