Berita Surabaya

Mengaku Sakit Hati Diskors, Guru Honorer Nekat Curi Komputer di Sekolah Tempatnya Mengajar

Mantan guru honorer sekolah dasar nekat mencuri perangkat komputer di sekolah tempatnya mengajar.

Mengaku Sakit Hati Diskors, Guru Honorer Nekat Curi Komputer di Sekolah Tempatnya Mengajar
skidmorenews
ilustrasi - Mengaku Sakit Hati Diskors, Guru Honorer Nekat Curi Komputer di Sekolah Tempatnya Mengajar 

Mantan guru honorer sekolah dasar nekat mencuri perangkat komputer di sekolah tempatnya mengajar

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Subagio Maulana (27) mantan guru honorer sekolah dasar nekat mencuri perangkat komputer di sekolah tempatnya mengajar.

Pelaku mengaku nekat mencuri perangkat komputer tersebut karena sakit hati dengan sekolahnya.

Subagio merasa sakit hati kepada pihak-pihak yang menskors dirinya.

Daerah Terdampak Kekeringan di Sumenep Madura Diprediksi Lebih Luas Dibanding Tahun 2018 Lalu

Ia dilarang mengajar selama sembilan bulan, semenjak tanggal 16 Desember 2018.

"Motivasi hanya sakit hati, saya diskors dari instansi sekolah dan Dinas Pendidikan Kota Surabaya," kata dia.

Saat ditanya penyebab dirinya diskors, Subagio mengaku, dirinya diskors karena masalah kedisiplinan kerja.

"Saya diskors 9 bulan, masalah kedisiplinan kerja, sejak itu saya sudah nganggur," ucap doa.

Kendati demikian, sebenarnya ia merasa keberatan dengan skorsing yang membuat karir mengajarnya terhenti.

Ia menilai, laporan perilaku tidak disiplin yang menyebabkan dirinya diskors, seakan dibuat-buat.

Penyebar Foto Editan Jokowi dan Hakim Mengaku Akunnya Hilang setelah Sebarkan Konten di Facebook

Halaman
12
Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved