Berita Sumenep

Bantuan Untuk Korban Tenggelamnya KM Arim Jaya di Perairan Sumenep Tak Kunjung Cair

Bantuan untuk Korban Tenggelamnya KM Arim Jaya di Perairan Sumenep Tak Kunjung Cair, BPBD Ungkap Penyebabnya

Bantuan Untuk Korban Tenggelamnya KM Arim Jaya di Perairan Sumenep Tak Kunjung Cair
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Proses pemindahan peti janazah ke ambulance korban perahu KM Arim Jaya yang tenggelam di perairan Sumenep, Rabu (19/6/2019 - Hingga Jumat (5/7/2019), Bantuan untuk Korban Tenggelamnya KM Arim Jaya di Perairan Sumenep Tak Kunjung cair. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Pemkab Sumenep Madura akan memberikan santunan uang kepada warga Desa Guwa-guwa, Kecamatan/Pulau Raas yang menjadi korban tenggelamnya KM Arim Jaya di perairan Sumenep, Senin (17/6/2019) pukul 14.30 WIB lalu.

Namun sayang, bantuan uang dari Pemkab Sumenep terhadap 22 orang korban kapal KM Arim Jaya itu sampai saat ini belum direalisasikan.

"Kalau Pemkab Sumenep sudah siap, cuman tinggal kelengkapan admimistrasi dari keluarga korban. Soalnya berkenaan dengan KTP dan akta kematian belum lengkap," kata Kepala BPBD Sumenep, Abd Rahman Riyadi, pada TribunMadura.com. Jumat (5/7/2019).

Memurut Abd Rahman Riyadi, jika berkas tersebut hilang atau ikut terhanyut misalnya, maka harus membuat surat keterangan bahwa yang bersangkutan betul-betul warga Desa Guwa-guwa dari Kades setempat itu sudah cukup.

"Selain itu juga surat kematian, baik dari rumah sakit atau Polairut setempat," katanya.

Bahkan kata Abd Rahman Riyadi, pada pemerintah desa Guwa-guwa untuk mempermudah proses administrasi bantuan santunan tersebut.

"Saya sudah koordinasikan dengan Kadesnya, untuk tidak mempersulit dalam pengurusan administrasi bagi warga korban laka laut itu," tegasnya.

Selain itu, kata dia, Pemkab Sumenep sudah mengajukan bantuan ke Provinsi Jawa Timur terkait bantuan bagi warga laka laut yang tenggelam saat menumpang KM Arim Jaya yang menewaskan 22 orang korban di perairan Sumenep.

"Untuk bantuan yang dari Provinsi Jatim kita tunggu, dan nanti yang menerimanya itu adalah ahli waris keluarganya," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved