Berita Pamekasan

Merasa Direndahkan, DPRD Sumenep Protes Perbup Pilkades Serentak: Yang Bikin Aturan Kurang Sehat

Merasa Direndahkan, DPRD Sumenep Kritik Keras Penetapan Perbup tentang Pilkades Serentak 2019: Yang Bikin Aturan Kurang Sehat.

Merasa Direndahkan, DPRD Sumenep Protes Perbup Pilkades Serentak: Yang Bikin Aturan Kurang Sehat
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep Moh Ramli - Merasa Direndahkan, DPRD Sumenep Kritik Keras Penetapan Perbup tentang Pilkades Serentak 2019: Yang Bikin Aturan Kurang Sehat. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Keberadaan Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Sumenep tentang Pemilihan Kepala Desa / Pilkades serentak 2019 mendapat kritis keras dan pedas dari DPRD Sumenep.

Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep, Indra Wahyudi menilai, Perbub Kabupaten Sumenep tentang Pilkades serentak 2019 kurang profesional. Pasalnya, dengan adanya sistem scoring DPRD dinilai lebih rendah dari mantan Kades.

"Sistem scoring Pilkades serentak 2019 amburadul, DPRD saja dibikin rendah dari mantan Kades. Ini sangat aneh kan," kata Indra Wahyudi, Selasa (9/7/2019).

Menurut Indra Wahyudi, sesuai Perbup, untuk poin tertinggi diraih kepala desa dan BPD alias Badan Permusyawaratan Desa itu dengan nilai scoringnya 14 persen.

Sedangkan pensiunan PNS, TNI, Polri dan DPR hanya punya nilai scoring 7 persen.

"Memang TNI Polri jabatan fungsional, sementara DPRD itu jabatan politik dan kalau secara eselonisasinya masih selevel dengan Bupati. Malah justru DPRD ini posisinya terkesan direndahkan dengan sistem scoring yang diberlakukan pada Pilkades," karanya.

Sistem itu menurutnya memakai logika dan nalar yang tidak logis. Karena orang cuma memimpin satu desa saja scoringnya lebih tinggi dari anggota DPRD yang mewakili rakyat se kabupaten.

"Yang bikin aturan sepertinya kurang sehat," kritik keras Indra Wahyudi.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Moh Ramli menanggapinya dengan menampik bahwa hal biasa dalam berpendapat.

Halaman
12
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved