Berita Sampang

Penanganan Kasus Pencurian di Desa Dinilai Tak Prosedural, Kuasa Hukum 'Protes' Polres Sampang

Penanganan Kasus Pencurian di Desa Dinilai Tak Prosedural, Kuasa Hukum Tersangka 'Protes' Polres Sampang.

Penanganan Kasus Pencurian di Desa Dinilai Tak Prosedural, Kuasa Hukum 'Protes' Polres Sampang
TRIBUNMADURA/HANGGARA PRATAMA
Kuasa hukum tersangka kasus pencurian, Taufik saat mendatangi Markas Polres Sampang, Selasa (9/7/2019). 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Taufik, Kuasa Hukum Syamsul, tersangka kasus pencurian di Desa Rapa Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, mendatangi Markas Polres Sampang, Selasa (9/8/2019).

Taufik datang untuk mempertanyakan penangkapan kliennya oleh Polres Sampang yang dinilai tidak prosedural dan kurang profesional.

Taufik mengatakan, tidak prosedural dan kurang profesional terlihat dengan tidak adanya kesesuaian secara hukum acara dalam penanganan atau penangkapan pelaku.

Pasalnya, dalam penangkapan Syamsul kliennya tersebut ada kejanggalan, kemudian pihak penyidik terkesan memaksakan kehendak untuk menangani kasus ini.

"Tidak ada jangka waktu secara prosedur dalam penangkapan, LP di tanggal 22 Mei tahun 2019 klain kami sebagai terlapor, keesokan harinya langsung keluar sprit, selanjutnya terjadilah penangkapan," tegasnya.

TERUNGKAP, Pria Bertopeng Masuki Kamar Ibu Muda Ternyata Masih Bocah, Ketahuan Berkat Tanda di Perut

Sempat Diduga Bukan Terpeleset, Polisi Temukan Sebab Baru Kematian Pendaki Thoriq di Gunung Piramid

Masih Ingat Pria Pengancam Penggal Kepala Jokowi, Kini Ia Sudah Menikah di Dalam Rumah Tahanan

Menurut Taufik, jika sesuai prosedur, pihak kepolisian melakukan penyelidikan terlebih dahulu. 

Setelah itu kalau memang ada indikasi tindak pidana baru dinaikan ke tingkat penyidikan.

"Nah kemudian barulah setelah itu terlapor dipanggil," tandasnya.

Mengetahui hal itu, Taufik menyampaikan merasa keberatan terhadap penanganan tersebut.

"Pihak kepolisian semestinya tidak main tangkap seperti itu, kita ikuti aturan yang berlaku, jangan malah memperkosa hukum acara kita," ungkapnya.

Dikonfirmasi hal itu, Kasat Reskrim Polres Sampang AKP Subiyantana menyatakan, bahwa penangan yang di lakukan oleh pihaknya merupakan sesuai dengan prosedur.

"Secara hukum pidana itu sudah sudah sesuai, jika dalam kasus pencurian kita panggil saksinya ya pasti akan lari pelakunya," katanya.

"Setelah menerima LP kami periksa pelapor, setelah itu memeriksa saksi ada dan yang mengetahui, ya sudah kita lakukan penangkapan," tegas AKP Subiyantana.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved