Berita Sumenep

Pria Sumenep ini Ditangkap Polisi, Sebarkan Hoax Petugas Pemilu Diracun di Facebook dan WhatsApp

Moh. Sucipto, (34) ditangkap Unit Pidum bersama Unit Resmob Polres Sumenep pada hari Senin, (8/7/2019) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pria Sumenep ini Ditangkap Polisi, Sebarkan Hoax Petugas Pemilu Diracun di Facebook dan WhatsApp
KOLASE TRIBUNNEWS
ilustrasi hoax 

Pria Asal Sumenep ini Ditangkap Polisi, Setelah Sebarkan Hoax Tentang Petugas Pemilu Diracun

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Moh. Sucipto, (34) ditangkap Unit Pidum bersama Unit Resmob Polres Sumenep pada hari Senin, (8/7/2019) sekitar pukul 11.30 WIB.

Pria asal Jalan Urip Sumoharjo, Desa Pangarangan, Kecamatan/Kota Sumenep itu diringkus polisi diduga penyebar berita bohong yang diupload melalui media Facebook (FB) dengan akun atas namanya, yakni M. Sucipto pada hari Kamis, 9 Mei 2019 sekira pukul 16.00 WIB lalu.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menyampaikan bahwa modus yang dilakukan tersangka mendapatkan berita bohong tersebut dari grup WhatsApp dengan nama grup "Eksekulator".

Selanjutnya M. Sucpto dengan sengaja memposting berita tersebut melalui akun FB miliknya yang bernama "M Sucipto" ke Grup Facebook bernama "Sumenep baru".

Bukan Terpeleset, Terkuak Sebab Kematian Pendaki Thoriq yang Jasadnya Ditemukan di Gunung Piramid

Nyesek, Gadis asal Malang ini Jadi Perias Mantan yang Selingkuh dan Menikah, Viral di Twitter

Foto-Foto Perbandingan Lumpur Lapindo Sidoarjo Tahun 2006 hingga 2019 Dilihat dari Luar Angkasa

"Tersangka memposting berita itu tanpa berdasarkan fakta dan bertujuan agar semua orang bisa membaca postingan tersebut," kata Widiarti. Selasa (9/7/2019).

Sucipto diketahui telah menyebarkan berita bohong atau hoax mengenai petugas KPPS yang meninggal karena diracun.

Selain itu, ia juga menyinggung soal pemerintah dan PKI.

Sementara barang bukti dari tersangka itu, ada enam - sepuluh lembar hasil cetak pada akun Fb M Sucipto, satu unit HP merk Oppo type A71 warna hitam dan satu buah sim card As dengan nomor 082335352775.

Akibat dari perbuatannya kata Widiarti, tersangka dikena pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1946 dan atau pasal 45 A ayat (1) Jo pasal 28 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang perubahan atas UU No.11 Tahun 2008.

"Tersangka dikena pasal tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau maksimal 10 tahun," kata Widiarti.

Singgung Masalah Organ Intim dan Pernikahan, Screenshot Japri WhatsApp Jadi Viral di Facebook (FB)

Pemuda Tebas Leher Ayah yang Sakit Lumpuh Menggunakan Kapak Setelah Makan Malam, Sang Ibu Histeris

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved