Berita Pamekasan

Program Sertifikasi Tanah di Pamekasan Diduga Penuh Tipu-tipu, LIRA Desak Polisi Mengusut Tuntas

Program Sertifikasi Tanah di Pamekasan Diduga Penuh Tipu-tipu, LIRA Desak Polres Pamakesan Usut Tuntas.

Program Sertifikasi Tanah di Pamekasan Diduga Penuh Tipu-tipu, LIRA Desak Polisi Mengusut Tuntas
TRIBUNMADURA/KUSWANTO FERDIAN
DPD LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Pamekasan bersama warga Desa Tlonto Raja ketika menunjukkan bukti laporan kasus penipuan di depan ruang SPKT Polres Pamekasan, Selasa (9/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - DPD LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Pamekasan memilih menempuh Jalur hukum atas indikasi dan adanya dugaan Penipuan Kasus Program Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah (Larasita), di Desa Tlonto Raja, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Bupati LIRA Pamekasan, Agus Sugiyardi mengatakan, jalur hukum tersebut akhirnya dia tempuh, karena pada tahun 2015, banyak warga di Desa Tlonto Raja yang mendaftarkan program Larasita tersebut kepada pihak oknum yang diduga kepala desa setempat.

Tujuannya, agar masyarakat akan lebih mudah dalam melakukan proses pengurusan sertifikat kepemilikan tanah.

"Namun kenyataannya, hingga saat ini belum ada titik terang dari pihak Desa. Juga tidak ada itikat baik dari segi penyelesaiannya. Sehingga kami, selaku pihak yang mendampingi memilih untuk menempuh jalur hukum," tegas Agus Sugiyardi kepada TribunMadura.com di depan Kantor SPKT Polres Pamekasan, Selasa Siang (9/7/2019).

Menurut Agus Suryadi, banyak warga yang mengaku menjadi korban indikasi atas dugaan penipuan yang telah mendaftar membayar uang sebesar Rp 2,5 juta kepada salah satu oknum yang diduga Kepala Desa Tlonto Raja.

"Ternyata setelah kami tanyakan ke pihak Badan Pertanahan Daerah (BPN) Pamekasan, warga yang mendaftar ke pihak kepala Desa tersebut, tidak pernah didaftarkan sebagai calon program Larasita. Rekan-rekan wartawan boleh cek sendiri ke BPN," terangnya.

Untuk itu, warga yang jengkel dan geram akhirnya meminta bantuan kepada LIRA Pamekasan dan langsung ditindaklanjuti dengan melaporkannya ke Polres Pamekasan.

"Makanya, saya minta Polres Pamekasan segera memangil pihak-pihak yang diduga terlibat secara langsung maupun yang tidak langsung pada kasus ini," tandas Agus Suryadi.

Di sisi lain, Lukman Hakim warga sekitar yang juga ikut melapor mengatakan, ia merasa kecewa dan sangat dirugikan atas adanya hal tersebut.

"Permasalahan kasus ini hampir Lima Tahun belum ada titik terangnya. Dan kami meminta kepada pihak-pihak terkait untuk segara ditindaklanjuti juga di proses secara hukum," pintanya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved