Berita Sumenep

Sempat Dikira Non-Muslim, Kepala Kemenag Gresik Ternyata Asli Sumenep Madura dan Lulusan Ponpes

Kepala Kementerian Agama Gresik menjadi perbincangan setelah mendapat karangan bunga dari pendeta.

Sempat Dikira Non-Muslim, Kepala Kemenag Gresik Ternyata Asli Sumenep Madura dan Lulusan Ponpes
TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM
Kepala Kemenag Gresik, Markus (baju putih) saat ditemui di Kantor Kemenag Gresik, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Gresik, Rabu (10/7/2019). 

Kepala Kementerian Agama Gresik menjadi perbincangan setelah mendapat karangan bunga dari pendeta

TRIBUNMADURA.COM, GRESIKKepala Kementerian Agama Gresik, Markus, kembali menjadi perbincangan.

Kali ini, nama Kepala Kementerian Agama Gresik pengganti Muh Muwafaq Wirahadi tersebut, sempat dikira non muslim.

Dugaan itu setelah Markus mendapat karangan bunga dari pendeta dan fotonya menjadi perbincangan ramai di media sosial.

Divonis 3,5 Tahun Penjara, Pasutri Pengguna Sabu ini Menangis Ingat 3 Buah Hatinya yang Masih Kecil

Hal tersebut diakui Markus membuatnya kaget karena belum genap sepekan menjabat sebagai Kepala Kementerian Agama Gresik, namanya viral.

"Banyak kolega yang WA ke saya, saya baru tahu dari situ kalau nama saya viral," ujar Markus kepada Surya (Grup TribunMadura.com), Rabu (10/7/2019).

Pria kelahiran 29 April 1976 ini mengaku, sejak kecil hingga dewasa, dirinya tumbuh di lingkungan Pondok Pesantren Annawari Saratengah, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Mantan Humas Kakanwil Kemenag Jatim itu awalnya tidak mengetahui karangan bunga dari Pendeta Hendry Hariyono, MTh, dan Jemaat Gereja Kemah Tabernakel.

Setelah Pukul Kekasih hingga Berdarah karena Cemburu, Pria ini Bawa Pacarnya Menginap di Kamar Kost

"Ini aplikasi toleransi kerukunan umat beragama, saya mengucapkan terima kasih kepada bapak pendeta itu yang sudah mengirim karangan bunga," jelasnya.

"Saya belum kenal dengan pak Hendry. Saya tahunya beliau berasal dari FKUB (forum komunikasi umat beragama) Gresik,” sambung dia.

Ia mengaku, sejak kecil, namanya memang Markus dan begitu pula tertulis dalam Kartu tanda penduduk (KTP).

Ciduk Kekasih Bertukar Pesan dan Terima Telpon Lelaki Lain, Pria ini Pukul Pacarnya hingga Berdarah

Markus prihatin melihat hal semacam ini viral, sebab khawatir secara psikologis dapat mengganggu banyak orang sehingga harus segera bertabayyun.

"Saran saya dapat informasi jangan ditelan mentah-mentah," ucap dia.

"Heran saya ini tidak ada tabayyun. Mestinya kan tabayyun dulu, kalau tabayyun kan menjadi enak," tutupnya.

Setelah namanya viral, Markus kini sering diajak berswafoto oleh masyarakat. (wil)

Job Fair 2019 di Sumenep Madura, 300 Orang Pencari Kerja Rela Berdesakan Demi Dapatkan Pekerjaan

Penulis: Willy Abraham
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved