Berita Malang

Viral di Facebook, Seekor Buaya Ditemukan di Atap Rumah Warga Kota Malang hingga Jebol

Seekor buaya ditemukan di atas genteng rumah warga di Kota Malang, atap rumah warga sampai ambrol.

Viral di Facebook, Seekor Buaya Ditemukan di Atap Rumah Warga Kota Malang hingga Jebol
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi saat memegang seekor buaya yang ditemukan di atas rumah warga di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. 

Seekor buaya ditemukan di atas genteng rumah warga di Kota Malang, atap rumah warga sampai ambrol

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Seekor buaya ditemukan di atas genteng rumah warga di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Keberadaan buaya itu sempat membuat panik dan viral di grup Facebook Komunitas Asli Malang.

Kapolsek Kedungkandang, Kompol Suko Wahyudi menuturkan, seorang warga bernama Junaedi melapor atas rumahnya jebol sekitar pukul 17.00 WIB.

Buaya Umur Setengah Abad Koleksi Madiun Umbul Square Mati, Hasil Visum Dokter Ungkap Penyebabnya

Setelah dilihat, ternyata ada seekor buaya nyanggong di genteng rumahnya.

"Warga di depan Polsek itu melapor kalau ada buaya jatuh menimpa genteng rumahnya. Atapnya sampai ambrol," tutur Kompol Suko Wahyudi kepada TribunMadura.com, Rabu (10/7/2019).

Buaya tersebut lantas langsung dievakuasi dan kini diamankan di Mapolsek Kedungkandang.

Penemuan hewan predator yang dilindungi itu juga telah dilaporkan ke BKSDA.

"Kami belum tahu jenisnya apa. Tapi sudah dilaporkan ke BKSDA kok," ucap dia.

Warga Kebraon Kota Surabaya Heboh Danau Buatan Tiba-tiba Dihuni Buaya Liar

"Sementara masih diamankan di Polsek Kedungkandang," imbuhnya.

Kompol Suko Wahyudi mengatakan, pemilik dari buaya juga masih diselidiki.

Kata dia, kepemilikan terhadap hewan yang dilindungi harus dilaporkan ke BKDSA.

Berdasarkan pasal 21 ayat (2) UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup.

Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

DPRD Sumenep Minta Bupati Sumenep Percepat Proses Pembangunan Jembatan Pelabuhan Talango-Kalianget

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved