Berita Sampang

Manfaatkan Potensi Desa, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Buat Olahan Kerupuk Jagung

Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura membuat inovasi olahan kerupuk jagung.

Manfaatkan Potensi Desa, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Buat Olahan Kerupuk Jagung
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Mahasiswa KKN 26 Universitas Trunojoyo Madura saat selesai melakukan pelatihan pengolahan produk kerupuk jagung bersama warga Desa Bringin Nonggal Kecamatan Torjun Kabupaten Sampang, Kamis (11/8/2019). 

Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura membuat inovasi olahan kerupuk jagung

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Mahasiswa KKN Universitas Trunojoyo Madura membuat inovasi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Bringin Nonggal, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang.

Mereka memanfaatkan jagung, yang merupakan sumber daya di Desa Bringin Nonggal sebagai olahan kerupuk jagung, bersama ibu-ibu PKK setempat.

"Jadi dari beberapa potensi sektor pertanian di Bringin Nonggal kami pilih jagung untuk diolah menjadi produk yang mempunyai nilai jual dan akan dijadikan produk unggulan desa," ucap Penanggung jawab pengolahan produk unggulan, Alifiah Lisna Oktaviani, Kamis (11/7/2019).

Dukung Misi Ciptakan Desa Tematik, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura Gelar Pelatihan Bumdes

Alifiah Lisna Oktaviani menjelaskan, proses pembuatan kerupuk jagung tak sulit.

Namun, hanya memakan waktu yang lama pada bagian pengeringannya saja.

Pengolahan kerupuk jagung tersebut sangat cocok dijadikan industri rumah tangga.

Sebab, kata dia, pengolahan kerupuk jagung tak membutuhkan modal banyak, hanya 100 ribu mampu meraup keuntungan seperempatnya.

Awal prosesnya yakni menghaluskan bawang putih dan jagung dengan cara blender, serta ditambah air hingga halus.

Mahasiswa Universitas Madura Kenalkan Produk Fermentasi Jerami Kering Ternak Sapi Bernutrisi Tinggi

Selanjutnya, campur adonan yang telah halus dengan tepung terigu dan tapioka dan tambahkan beberapa penyedap garam serta diberi daun bawang.

Selanjutnya, semua adonan diaduk hingga tercampur rata berbentuk lonjong panjang dan masukan ke dalam panci yang telah berisi air mendidih untuk direbus,

Jika telah matang, adonan ditiriskan dan dijemur hingga kering dan kerupuk jagung yang mentah siap digoreng.

Tak hanya itu, mahasiswa juga memberikan pelatihan packaging, bertujuan untuk menarik minat konsumen dan mengajarkan pemasaran secara online

"Kita sangat terbantu karena selama ini yang namanya jagung hanya dijual biasa saja, belum ada inovatif," kata Tim Penggerak PKK Desa Bringin Nonggal, Sumidah.

Aplikasi VR Peka UTM, Bisa Rasakan Berada di Kampus Universitas Trunojoyo Madura Lewat Dunia Maya

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved