Berita Surabaya

Tabrak Pengayuh Sepeda Angin hingga Tewas di Surabaya, Sopir Truk Menangis Divonis 9 Bulan Penjara

Sopir truk ini divonis hukuman penjara selama sembilan bulan setelah terbukti menabrak pengayuh sepeda angin hingga tewas.

Tabrak Pengayuh Sepeda Angin hingga Tewas di Surabaya, Sopir Truk Menangis Divonis 9 Bulan Penjara
TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Terdakwa Hanafi saat mendengarkan putusan di Ruang Kartika I, Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (11/7/2019). 

Sopir truk ini divonis hukuman penjara selama sembilan bulan setelah terbukti menabrak pengayuh sepeda angin hingga tewas

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Terdakwa Hanafi (19) hanya bisa menangis setelah dirinya divonis sembilan bulan penjara.

Ia dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya karena terbukti melanggar pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dalam kasus tersebut, sopir truk tersebut menabrak pengayuh sepeda angin hingga tewas di Jalan MERR.

Gedung DPRD Bangkalan Capai Rp 4 M, Anggota Dewan Diminta Jangan Makin Terlelap di Bangunan Baru

“Menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa Hanafi selama sembilan bulan,” ujar ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Pesta Partogi, Kamis (11/7/2019).

Sontak, vonis majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya membuat Hanafi menangis.

Putusan ini lebih ringan dari tuntutan JPU Pompy Polansky A, yang sebelumnya meminta hukuman selama selama 1 tahun dan 2 bulan penjara.

“Bagaimana? Anda sudah menjalani hukuman berapa bulan, kan tinggal dikurangi dengan putusan hari ini,” tanya Pesta.

“Sudah empat bulan ditahan. Saya menerima pak,” jawab Hanafi sambil mata berkaca-kaca.

Terserempet Mobil hingga Jatuh, Pengendara Motor Meregang Nyawa setelah Terlindas Ban Belakang Truk

Lain halnya dengan JPU Pompy yang masih pikir-pikir dengan putusan tersebut.

Seperti diketahui, terdakwa saat itu mengemudikan truk W 9250 H dari Sidoarjo hendak menuju ke Bangkalan, Selasa (12/3/2019) lalu sekitar pukul 03.30 WIB.

Pada pukul 05.30 wIB, terdakwa melewati Jalan Ir H Soekarno atau Jalan MERR dari arah selatan menuju ke utara.

Saat itu, terdakwa yang lelah dan mengantuk tidak beristirahat tetap mengemudikan truk dengan kecepatan tinggi.

Setibanya di depan gedung Graha Sampoerna, truk tiba-tiba menabrak bagian belakang sepeda angin yang dikayuh Marthen Luky Kojongian hingga terjatuh.

Korban sempat dirawat di UGD Rumah Sakit Umum Haji dan akhirnya tewas.

Calon Jamaah Haji asal Sumenep Madura Terima Penyuluhan Kesehatan pada Hari Ketiga di Kota Madinah

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved