Berita Surabaya

Penghentian 24 Stasiun TV dan Radio Masih Terus Berlangsung hingga Batas Waktu Tak Dapat Ditentukan

Penghentian siaran 24 stasiun televisi dan radio fm masih akan berlangsung hingga batas waktu yang tak dapat ditentukan.

Penghentian 24 Stasiun TV dan Radio Masih Terus Berlangsung hingga Batas Waktu Tak Dapat Ditentukan
bgr.com
ilustrasi stasiun TV 

Penghentian siaran 24 stasiun televisi dan radio fm masih akan berlangsung hingga batas waktu yang tak dapat ditentukan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Balai Monitor Kelas I Surabaya, Sensilaus Dore mengungkapkan, penghentian siaran 24 stasiun televisi dan radio fm masih akan berlangsung, hingga batas waktu yang tak dapat ditentukan.

Menurut Sensilaus Dore, penghentian siaran 24 stasiun televisi dan radio fm berlangsung di tiga kabupaten/kota, yakni Malang, Madiun dan Kediri.

Sedikitnya 24 siaran stasiun tv atau radio fm yang dihentikan Balai Monitor Kelas I Surabaya.

Siaran 20 TV dan 4 Radio di Malang Kediri Madiun Masih Hilang, Balmon Ungkap yang Sebenarnya Terjadi

20 stasiun di antaranya adalah stasiun tv dan empat lainnya adalah stasiun radio fm.

Sensilaus Dore mengatakan, puluhan stasiun tv dan radio fm itu dihentikan hak siarannya, lantaran belum mengantongi izin frekuensi radio (ISR).

“Sampai sekarang ya belum ada, karena kami masih mengambil keterangan dan meminta bukti-bukti,” kata Sensilaus Dore saat ditemui TribunMadura.com, Jumat (12/7/2019).

Ia menjelaskan, pihaknya akan segera memanggil pihak penanggung jawab stasiun tv dan radio fm untuk dimintai berbagai keterangan.

Bantuan Seragam Gratis Siswa Baru SMA/SMK Bakal Diserahkan Pemprov Jatim pada September Mendatang

“Tentang statusnya, tentang etika pemrosesannya, tentang administrasi lain,” lanjutnya.

Sensilaus Dore menambahkan, berbagai macam informasi dari keterangan penanggung jawab stasiun tv dan radio fm, akan menjadi referensi untuk dibawa ke pihak pimpinan.

“Sehingga menjadi bahan bagi kami ketika nanti kami menyampaikan pada tingkat pimpinan referensi ini menjadi bagian untuk didiskusikan,” jelasnya.

Kondisi semacam ini memang diakui Sensilaus Dore, muncul pasca adanya moratorium dalam Surat Edaran Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 1 Tahun 2017.

Ketahuan Selingkuh, Suami Dihukum Istri Sendiri dengan Diarak Telanjang di Tengah Keramaian Kota

Isinya tentang Moratorium Permohonan Baru Izin Penyelenggaraan Penyiaran Jasa Penyiaran Televisi secara Analog melalui Terestrial.

“Ini kan masih penyelenggaraan tv analog sebentar lagi kan mau ke tv digital," ungkap dia.

"Proses migrasi ini perlu ada suatu niat yang sama untuk pengalihan, di satu sisi pemerintah mau menyiapkan beberapa regulasi dalam proses implementasi itu,” tandasnya. 

Hendak Berkunjung ke Rumah Orang Tua, Anak Temukan Bapak dan Ibunya Tewas di dalam Toko

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved