Berita Surabaya

Tri Rismaharini Ingin Ada Kurikulum Anti-Korupsi di Sekolah, Idenya Ditanggapi DPRD Kota Surabaya

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya menyambut baik rencana Wali Kota Surabaya soal kurikulum anti-korupsi.

Tri Rismaharini Ingin Ada Kurikulum Anti-Korupsi di Sekolah, Idenya Ditanggapi DPRD Kota Surabaya
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, saat sidak di kawasan rencana pembangunan bozem, Senin (25/2/2019) 

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya menyambut baik rencana Wali Kota Surabaya soal kurikulum anti-korupsi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Rencana Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam membuat Perwali soal kurikulum anti-korupsi disambut baik oleh Komisi B DPRD Kota Surabaya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya, Chusnul Chotimah menyebut, ide Tri Rismaharini Perwali soal kurikulum anti-korupsi ke sekolah-sekolah, merupakan gagasan yang bagus.

"Karena memang niatnya baik untuk menumbuhkan kejujuran sejak dini," kata Chusnul Chotimah, Sabtu (13/7/2019).

Tri Rismaharini akan Buat Perwali Pengadaan Kurikulum Anti-Korupsi di Sekolah-Sekolah Kota Surabaya

"Kejujuran memang dimulai dari anak-anak kita," sambung dia.

Menurut Chusnul Chotimah, anak-anak mungkin akan merasa seperti dipaksa ketika kurikulum baru diperkenalkan nantinya.

Namun, Chusnul Chotimah yakin, lama-lama anak-anak akan menjadikan itu kebiasaan.

"Karenanya, saya mendukung jika bu wali punya gagasan seperti itu," tegasnya.

Selain anti-korupsi, Chusnul menyarankan kurikulum di sekolah-sekolah bila ditambahkan anti-narkoba.

Chusnul Chotimah menyebut, bila seseorang sudah tidak jujur, besar kemungkinan untuk mencoba barang haram tersebut.

Pramugari ini Ungkap Kisah Tak Terduga Setiap Kali Pesawat Mengudara, Tak Selamanya Bahagia

"Rencana ini mudah-mudahan bisa ditangkap dengan baik oleh sekolah-sekolah di Surabaya," ucap Chusnul Chotimah.

"Khususnya anak-anak kita yang saat ini sedang menempuh pendidikan dasar maupun menengah," tambah dia.

Soal pengaplikasian kurikulum, Chusnul Chotimah menyebut, perlu adanya komposisi seimbang antara teori dan praktik.

"Ada kalanya kalau langsung diterapkan boleh. Tapi mungkin pada suatu waktu perlu mendatangkan pejabat-pejabat terkait," jelas Chusnul Chotimah.

"Bicara bagaimana perbedaan antara memberi sumbangan dengan (lainnya), ada batasan-batasan, ada standarisasi," sambungnya.

Polisi Tembak Mati Otak Pelaku Perampokan & Pembacokan Karyawan Indomaret di Sidoarjo saat Ditangkap

Penulis: Delya Oktovie
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved