Berita Sumenep

Kejaksaan Negeri Sumenep Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 700 Juta, dari Kasus Korupsi Pasar Pragaan

Uang kerugian Negara dalam kasus tersebut sebesar Rp 699.008.000 dan dikembalikan oleh Kejari Sumenep

Kejaksaan Negeri Sumenep Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 700 Juta, dari Kasus Korupsi Pasar Pragaan
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Kejaksaan Negeri Sumenep Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 700 Juta, dari Kasus Korupsi Pasar Pragaan 

Kejaksaan Negeri Sumenep Selamatkan Uang Negara Hampir Rp 700 Juta, dari Kasus Korupsi Pasar Pragaan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Kejaksaan Negeri Sumenep berhasil mengembalikan uang kerugian Negara, akibat kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pembangunan dan rehabilitasi pasar pragaan Kabupaten Sumenep, Madura pada 2014 lalu.

Uang kerugian Negara dalam kasus tersebut sebesar Rp 699.008.000 dan dikembalikan oleh Kejari Sumenep ke Kasda melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep.

"Penyerahan uang sebesar Rp 699.00 8000 ini dari kerugian negara hasil korupsi pasar pragaan yang dilakukan oleh terpidana Baburrahman dan rekan - rekannya," kata Bambang Panca Wahyudi Hariadi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumenep. Selasa (16/7/2019).

Bambang sapaan akrapnya menyampaikan, karena perkara korupsi itu sudah ingkrah maka menjadi kewajiban baginya selaku eksekutor terkait dengan perkara pidana untuk mengeksekusi.

Hotman Paris Ungkap Dapat Honor Rp 50 M dari Klien, Sebut Kasus ini Jadi Ladang Bisnis Pengacara

Dilaporkan Warga Sering Berada di Dekat Pasar, Pasutri Asal Kediri ini Akhirnya Ditangkap Polisi

Meski Jokowi dan Maruf Amin Sudah Ditetapkan Sebagai Pasangan Capres Terpilih, TKD Jatim Belum Bubar

"Karena ini sudah sesuai petikan salikan keputusan dan keputusan majlis Hakim untuk mengembalikan kerugian uang negara dari nilai proyek sebesar Rp 2,6 M," paparnya.

Bambang menceritakan jika terpidana Baburrahman selaku pelaksana proyek pembangunan dan rehabilitasi pasar pragaan, sementara si Koko Andriyanto sebagai konsultasn pengawas.

"Itu sebagai pelaksana dari proyek PT Bukit dalam barisan, dan hanya pinjam bendera," jelasnya.

Menurutnya, Baburrahman selaku pelaksana proyek pasar tradisional yang bersumber dari dana DAK Tahun 2014 dari Disperindag Sumenep itu dikenakan pidana hukuman 1, 6 tahun penjara di Pengadilan Tipikor Surabaya.

"Bagi kami yang penting penyelamatan kerugian negaranya, kita kalau menyidang perkara korupsi tidak ada yang diselamatkan maka rugi kita. Hanya memenjarakan orang dan dalam sidang memakai anggatan maka rugi kita, jadi harus ada yang diselamatkan," katanya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved