Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Batu

Berbekal Popok Bekas, Pria ini Sulap Diapers Jadi Replika Tanaman Bonsai hingga Pot Bunga Cantik

Rudi Eko Prasetyo membuat replika tanaman Bonsai hingga pot bunga dari diapers bekas.

Tayang:
Penulis: Sany Eka Putri | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/SANY EKA PUTRI
Rudi Eko Prasetyo menunjukan replika tanaman Bonsai, Rabu (17/7/2019). 

Rudi Eko Prasetyo membuat replika tanaman Bonsai hingga pot bunga dari diapers bekas

TRIBUNMADURA.COM, BATU - Berbekal diapers bekas, Rudi Eko Prasetyo mampu membuat replika tanaman Bonsai.

Tak hanya replika tanaman Bonsai, diapers bekas juga dibuat menjadi sebuah pot bunga di tangan terampil Rudi Eko Prasetyo.

Awalnya, Rudi Eko Prasetyo mengaku hobi mengoleksi tanaman hias dan terinspirasi membuat replika tanaman.

Empat Bulan Diintai CCTV, Pemprov Jatim Sebut Warga Tak Lagi Berani Buang Popok Bayi ke Sungai

Cara membuat replika tanaman Bonsai tidak jauh berbeda ketika membuat pot.

Popok terlebih dahulu dikeringkan dalam keadaan bersih.

Keadaan bersih ini bagian dalam diapers untuk menampung kotoran dibuang, agar tidak tercemar kotoran.

"Kalau pot kan butuh pot asli untuk membentuk pot," ucap Rudi Eko Prasetyo, Rabu (17/7/2019).

"Nah, kalau bonsai ini hanya butuh kawat dan tali tampar," sambung dia.

Kamera CCTV di Jembatan Karang Pilang Dipasang Besok, Pembuang Popok Akan Diviralkan di Media Sosial

Untuk daunnya, ia menambahkan tali berwarna hijau yang diserut, sehingga menyerupai tanaman.

Hasilnya juga sangat mirip dengan tanaman Bonsai, mulai dari tangkai, yang bagian bawah besar, sampai pucuk tanaman.

Ia berharap, bisa memberikan ilmu kepada ibu-ibu di komplek rumahnya dengan kreativitasnya itu.

"Ini kan ketrampilan, yang bisa dilakukan di mana saja, dan kapan saja," ungkapnya.

Pemuda Nekat Acak-Acak Rumah Warga di Malang, Gasak Barang Tak Seberapa ini saat Tengah Malam

"Ya itu harapan saya, selain itu juga mengurangi pembuangan sampah diapers di sungai," tambah dia.

Dalam sehari, ia mengaku bisa membeli diapers dari warga sekitar, lebih dari 3000.

Popok itu ia beli dengan harga sangat murah dengan syarat sudah bersih.

Secara tidak langsung, ia juga menyarankan agar diapers jenis apapun tidak dibuang, tetapi dibeli oleh dirinya.

Perang Mulut Driver Angkutan Online dan Angling Tak Terhindarkan, Zonasi Kesepakatan Jadi Penyebab

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved