Berita Pamekasan

Garam Petani Dibeli Hanya Rp 300 Perkilo, Bupati Pamekasan Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Pasalnya, saat ini harga garam yang beredar di kalangan petani garam khususnya di setiap wilayah Pamekasan, harga perkilonya tidak sama.

Garam Petani Dibeli Hanya Rp 300 Perkilo, Bupati Pamekasan Komunikasi dengan Pemerintah Pusat
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam 

Garam Petani Dibeli Hanya Rp 300 Perkilo, Bupati Pamekasan Komunikasi dengan Pemerintah Pusat

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Soal murahnya harga garam yang dikeluhkan oleh sejumlah petani garam di Kabupaten Pamekasan ditanggapi oleh Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam.

Pasalnya, saat ini harga garam yang beredar di kalangan petani garam khususnya di setiap wilayah Pamekasan, harga perkilonya tidak sama.

Ada yang dibeli sekitar Rp 250-300 rupiah per kilonya dan ada juga yang dibeli Rp 400-450 rupiah per kilonya.

Kendati begitu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam mengaku, dari seluruh Bupati di Madura, sudah berkirim surat ke Pemrintah Pusat dan Pemerintah Perdagangan untuk kemudian membuat kesepekatan berkaitan dengan standard minimal harga garam, khususnya di wilayah Madura.

Viral Ribuan Ikan Lemuru Naik ke Dataran Pantai Batu Bolong, Adakah Kaitannya dengan Gempa Bali?

Hakim Harus Batalkan Vonis 1 Tahun Penjara Ahmad Dhani, Kuasa Hukum Sebut Pendapat Ahli Diamputasi

Hendak Diajak Tetangga Pergi ke Sawah, Janda Sebatang Kara di Jember Ditemukan Tewas Gantung Diri

"Usulan kita minimal harganya Rp 1.200 rupiah per kilo," kata Baddrut Tamam kepada TribunMadura.com, Rabu (17/7/2019).

Selain itu, Baddrut Tamam mengungkapkan, untuk harga standard minimal harga garam di kalangan petani garam, khususnya di Kabupaten Pamekasan, yang menentukan bukan pemkab.

"Kalau standard minimal harga garam itu sudah ada, insyaallah ke depan semua petani Garam di Madura untuk bertani garam itu sudah tenang," ujar Baddrut Tamam.

Bahkan Baddrut Tamam mengakui, jika harga garam sekarang yang beredar di tengah-tengah masyarakat Pamekasan, sekitar Rp 300 - 400 rupiah per kilonya.

"Kalau surat yang kami kirim itu ditanggapi oleh Menteri Perdagangan, kita akan segara mendapat standar minimal harga garam," jelas Baddrut Tamam.

"Mudah-mudahan upaya kami bisa terlaksana dengan baik. Kalau misal tidak ada keputusan tentang standard harga minimal garam ini, ya saya harus ke Jakarta untuk menanyakan perihal itu," tambahnya.

Lebih lanjut, Baddrut Tamam mengatakan, jika yang dilakukan pihaknya bersama dengan empat bupati di Madura, merupakan wujud pembelaan kepada rakyat terkait anjloknya harga garam di tahun ini.

"Ini kami lakukan untuk pembelaan kepada petani garam. Rakyat ini harus dibela. Saya dipilih rakyat untuk jadi Bupati, ya fungsi saya juga untuk membela rakyat," tegas Baddrut Tamam.

Habib Rizieq Masih Tertahan di Arab Saudi, Pakar Sebut tak ada Pencegahan dari Indonesia, Alasannya?

Muda Mudi Mesum di Kamar Mandi Masjid dan Tak Kunjung Keluar, Saat Keluar Akan Langsung Dinikahkan

Remaja ini Rela Berbagi Kepuasan Setubuhi Pacar dengan Teman, Dilakukan Gantian di Gubuk Kosong

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved