Breaking News:

Berita Malang

Universitas Brawijaya Berencana Melaporkan Kasus Penyebaran Brosur Lolos Kampus 'Jalur Belakang'

Tim Advokasi Universitas Brawijaya berencana akan melapor kasus penyebaran brosur lolos UB lewat "jalur belakang" lewat seleksi jalur mandiri.

Instagram/univ.brawijaya
Universitas Brawijaya - Universitas Brawijaya Berencana Melaporkan Kasus Penyebaran Brosur Lolos Kampus 'Jalur Belakang' 

Tim Advokasi Universitas Brawijaya berencana akan melapor kasus penyebaran brosur lolos UB lewat "jalur belakang" lewat seleksi jalur mandiri

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Ketua Tim Advokasi Universitas Brawijaya, Prija Djatmika berencana akan melapor kasus penyebaran brosur lolos UB lewat "jalur belakang" lewat seleksi jalur mandiri.

Pelaku penyebaran brosur, MA, sebelumnya dilepas anggota Polres Malang Kota dengan alasan kurang memenuhi unsur pidana, Selasa (16/7/2019).

"Kami memang belum melaporkan. Hanya menyerahkan pelaku. Saya akan konsultasi dengan Kapolres Pak Asfuri," kata Prija Djatmika, Rabu (17/7/2019). 

Seleksi Jalur Mandiri Universitas Brawijaya, Kendaraan dari Berbagai Daerah Padati Area Kampus

Sebagai ahli pidana, Prija Djatmika menilai, kasus itu sebenarnya sudah memenuhi unsur pidana, di mana ada upaya penipuan meski tidak selesai karena digagalkan.

Pelaku bisa dijerat dengan pasal 378 KUHP jungto pasal 53 jungto pasal 88 KUHP tentang permufakatan jahat.

"Pak Rektor menyampaikan harapannya agar kasus ini bisa tuntas. Dan ini bisa jadi pintu masuk termasuk apa benar ada orang dalam UB yang terlibat," kata mantan wartawan ini.

Menurut Prija Djatmika, jika tidak diteruskan penyelidikannya, Universitas Brawijaya tidak mengetahui kebenaran keterlibatan orang dalam dalam membantu di "jalan belakang".

Tes Jalur Mandiri Universitas Brawijaya Diikuti Belasan Ribu Peserta, Jurusan ini Paling Diminati

Ia menjelaskan, MA sebelumnya mengaku, mengedarkan brosur dan stiker dalam dua amplop di Universitas Pancasila Jakarta saat UGM menggelar seleksi ujian mandiri di Jakarta.

Saat di Jakarta, MA mendapat upah Rp 500 ribu untuk penyebaran brosur itu.

Setelah Jakarta, penyebaran brosur dilakukan di UIN Surabaya dan dilanjutkan ke UB Malang dimana ia mendapat uang Rp 300 ribu.

Penipuan Lulus Masuk Universitas Brawijaya Terjadi Setiap Tahun, Rektor UB Imbau Siswa Berhati-hati

Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved