Berita Situbondo
KPK Road Show ke Situbondo, Pemkab Situbondo Didemo 'Siswa SD' yang Minta LHKPN Pejabat Dipelototi
KPK Road Show ke Situbondo, Pemkab Situbondo Didemo 'Siswa SD' yang Minta LHKPN Pejabat Situbondo Dipelototi.
Penulis: Izi Hartono | Editor: Mujib Anwar
KPK Road Show ke Situbondo, Pemkab Situbondo Didemo 'Siswa SD' yang Minta LHKPN Pejabat Situbondo Dipelototi
TRIBUNMADURA.COM, SITUBONDO - Road show Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Pemkab Situbondo, diwarnai aksi demo tunggal oleh 'siswa SD', Kamis (18/07/2019).
Aksi demo tunggal dengan mengenakan seragam Sekolah Dasar tersebut, berlangsung di depan pintu masuk kantor Pemkab Situbondo.
Orang yang menggelar demo tunggal adalah Direktur LSM Gerakan Masyarakan Peduli Urusan Rakyat (Gempur), Junaidi.
Junaidi datang ke kantor Pemkab Situbondo dengan mengendarai becak motor.
Begitu tiba di depan kantor Pemkab Situbondo, Junaidi langsung berorasi mendukung kedatangan tim dari KPK.
Kepada sejumlaj wartawan, Junaidi mengatakan, dirinya sangat mendukung upaya pencegahan dari KPK, namun perlu ada proaktif dari Kementrian Pendidikan.
"Jadi pencegahan harus dimulai dari TK, SD, SMP dan SMA sampai Perguruan Tinggi, serta termasuk di Pondok Pesantren," ujar Junaidi.
• Lewati Situbondo, Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Selesai 2021 dan Punya Empat Titik Pintu Keluar
• BREAKING NEWS - Dijaga Ratusan Aparat Gabungan TNI Polri Satpol PP, PN Sumenep Eksekusi Asta Tinggi
Saat ditanya kenapa menggunakan seragam anak SD, Junaidi menjelaskan, karena merupakan dampak dari zonasi dan dampak pejabat pejabat yang korupsi.
Sehingga dirinya tidak bisa melanjutkan sekolah yang lebih tinggi dan cukup hanya SD.
"Intinya saya mendukung kedatangan KPK ke Situbondo," tegasnya.
Menurut Junaidi, tujuan aksi ini, dirinya meminta LHKPN yang dilaporkan ke KPK, pejabat negara di jajaran Pemkab Situbondo mohon diteliti kembali. Kareba ada aset milik pejabat negara yang tidak dimasukkan.
"Ada yang diatasnakan sopirnya, pesuruhnya dan keluarganya, ini KPK harus peka. Dan jangan pernah percaya dengan LHKPN saja, saya bisa antarkan dan dibuktikan. Bahkan ada aset yang ada di luar kota dan tidak akan pernah di laporkan," tandas aktivis yang berasal dari Kelurahan Mimbaan, Kecamatan Panji, Situbondo ini.
Ditegaskan, dirinya telah melaporkan tiga kasus ke KPK yang nominalnya mencapai miliaran rupiah. Termasuk juga di Kejaksaan Negeri Situbondo.
"KPK harus berani melakukan supervisi, karen di Kejaksaan masih ada lima kasus yang tidak dilanjutkan, karena sudah tiga tahun ini mandek. Selain itu KPK juga mensupervisi Tipikor Polres Situbondo," ucapnya.
Usai berorasi, Junaidi langsung membubarkan diri dengan menggendari becak motor yang ditumpanginya.
• Perang Bintang di Pilkada Lamongan, WABUP SEKDA ANAK BUPATI dan mantan Pj Bupati Saling Berhadapan
• Lagi Asyik Bobok-bobok Siang di Lokalisasi, Empat PSK di Situbondo ini Langsung Tak Berkutik
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/junaidi-saat-melakukan-aksi-demo-tunggal-di-depan-kantor-pemkab-situbondo.jpg)