Berita Pamekasan

Pemuda Pamekasan yang Cabuli 50 Anak di Media Sosial, Minta Video Cabul, Kalapas Beber Kasusnya

Kalapas Pamekasan, Hanafi mengatakan, TR adalah warga Dusun Tengah, Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Pemuda Pamekasan yang Cabuli 50 Anak di Media Sosial, Minta Video Cabul, Kalapas Beber Kasusnya
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kalapas Pamekasan, Hanafi saat ditemui TribunMadura.com di ruangannya di Lapas Klas IIA Pamekasan, Selasa (23/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - TR (25), narapidana di sebuah lembaga pemasyarakatan (lapas) di Jawa Timur, yang diberitakan ditangkap pada 9 Juli 2019 karena melakukan pencabulan terhadap anak-anak di bawah umur melalui media sosial ternyata seorang narapidana Lapas Klas IIA Pamekasan.

Kalapas Pamekasan, Hanafi mengatakan, TR adalah warga Dusun Tengah, Desa Tattangoh, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan.

Ia merupakan anak dari salah satu tokoh masyarakat di Pamekasan.

TR menjadi narapidana di Lapas Klas II Pamekasan sejak Maret 2018.

Cewek Pendaki Disetubuhi Teman Agar Sembuh dari Hipotermia, Viral di Medsos, Basarnas Ikut Komentar

Bocah SD Dimarahi Lalu Diseret dari Kelas oleh Oknum Polisi, Ustazah Histeris, Sang Bocah Terguncang

Rumah Komplotan Begal Digeledah, Polisi Temukan Motor yang Ditutupi Tumpukan Daun di Kebun Kopi

"TR itu adalah anak dari salah satu tokoh di Pamekasan yang kena Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," kata Hanafi kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruangannya, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut Hanafi mengutarakan, TR awal diperiksa oleh Tim Cyber Mabes Polri terkait kasus pencabulan itu, dimulai tanggal 5 Maret 2019.

"Pada saat itu Tim Cyber Mabes Polri lagi patroli. Karena waktu itu berhubungan dengan Pilpres saya minta ditunda untuk dilakukan pemeriksaan kepada TR. Karena Pamekasan termasuk dalam zona merah dalam tanda kutip 'rawan konflik jelang pilpres'," ujar Hanafi.

Kemudian, kata Hanafi, belangsung pemeriksaan yang kedua dari Tim Cyber Mabes Polri kepada TR, pada tanggal 5 Juli 2019.

"Berdasar informasi yang saya peroleh dari Tim Cyber Mabes Polri, TR memberikan alamat akun baru dan akhirnya bisa terungkap semua perbuatannya itu," ungkap Hanafi.

Halaman
123
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved