Berita Surabaya

Pilih Jalan Pintas Demi Pekerjaan Enak Gaji Besar, Pasangan Suami Istri Malah Mendekam di Penjara

Pilih Jalan Pintas Demi Mendapat Pekerjaan Enak dan Gaji Besar, Pasangan Suami Istri Malah Mendekam di Balik Jeruji Penjara.

Pilih Jalan Pintas Demi Pekerjaan Enak Gaji Besar, Pasangan Suami Istri Malah Mendekam di Penjara
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Fitri dan Saiful Pasutri pesakitan kasus narkoba bersama rekannya saat menjalani sidang di PN Surabaya, Rabu, (24/7/2019). 

Pilih Jalan Pintas Demi Mendapat Pekerjaan Enak dan Gaji Besar, Pasangan Suami Istri Malah Mendekam di Balik Jeruji Penjara

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Berdalih karena terbelih masalah ekonomi dan demi mencari sesuap nasi, terdakwa Saiful Pagala mengaku rela menjadi kurir narkoba jenis inex seberat 15.410 tablet atau sekitar 5 kilogram.

Dia bersama terdakwa Fitriani Marsela dijanjikan pekerjaan oleh Mangopi (DPO) sebagai kurir narkotika. 

Pengakuan ini dikatakan pria asal Sulawesi Tenggara ini pada sidang lanjutan atas kasus narkotika di PN Surabaya, dengan agenda keterangan terdakwa. Rabu, (24/7/2019). 

"Saya baru kenal dengan Mangopi lewat Aji (DPO) ditawari pekerjaan dengan upah yang menggiurkan. Saya diberi upah Rp 4 juta dari rumah ke Jakarta," ungkap terdakwa Saiful, kepada JPU Suparlan. 

Setibanya di Jakarta terdakwa bersama istrinya serta terdakwa lainnya Asmanto menginap di sebuah hotel di Jakarta dan diberi upah Rp 10 juta. 

"Lalu saya disuruh membeli mesin pres. Saya keluar dari hotel mengambil barang (inex) di depan hotel di sebuah mobil," lanjut terdakwa Saiful. 

Setelah itu, dia ditelpon oleh Mangopi untuk mengambil barang dan disuruh mengedarkan barang tersebut di Surabaya.

Pada hari Minggu, (2/12/2018) pukul 05.00 WIB saat kapal yang ditumpanginya telah bersandar di Surabaya, petugas dari BNN dan Bea Cukai sedang melakukan penggeledahan.

Hasilnya, petugas ditemukan 8 bungkus ekstasi berada dalam tas milik Saiful Pagala yang diletakan di atas kasur dan tiga bungkus narkotika lainnya disimpan dalam tas Asmanto yang diletakan di lantai samping kasur kamar di Kapal tersebut. 

Oleh sebab itu, JPU Suparlan menjerat ketiga terdakwa diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2)  jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dan akan menjalani tuntutan pada pekan depan.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved