Berita Surabaya

Tukang Sampah Mencuri dengan Modus Rogoh Jok Motor, Hasil Curian untuk Biaya Nikah Anak dan Mabuk

Tukang sampah nekat jadi pencuri karena terdesak biaya pernikahan anak kedua, sebagian hasil curian untuk mabuk-mabukan.

Tukang Sampah Mencuri dengan Modus Rogoh Jok Motor, Hasil Curian untuk Biaya Nikah Anak dan Mabuk
ISTIMEWA
ilustrasi - Tukang Sampah Mencuri dengan Modus Rogoh Jok Motor, Hasil Curian untuk Biaya Nikah Anak dan Mabuk 

Tukang sampah nekat jadi pencuri karena terdesak biaya pernikahan anak kedua, sebagian hasil curian untuk mabuk-mabukan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Tim Anti Bandit Polsek Tegalsari meringkus M Toyib (49) warga Kedodong, Kecamatan Tegalsari, Kota Surabaya, Kamis (25/7/2019).

M Toyib ditangkap polisi atas kasus pencurian bermodus rogoh jok motor.

Di hadapan polisi, Toyip mengaku nekat mencuri lantaran terdesak biaya pernikahan anak keduanya.

Angka Perdagangan Manusia dan Kekerasan Seksual Anak Tinggi, Terungkap Modus Pelaku pada Korbannya

“Karena anak saya mau menikah bulan delapan (Agustus) besok," kata M Toyib.

"Butuh biaya untuk nikahan empat juta," sambung dia.

Tak hanya itu, ia juga menggunakan uang hasil curiannya untuk membayar utang dan mabuk.

"Untuk bayar hutang, selebihnya untuk membeli arak,” kata pria yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang sampah ini.

Sementara itu, Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama mengatakan, aksi pelaku di halaman parkir motor toko buah di kawasan Tegalsari terekam CCTV.

Pengukuran Luas Lahan Stadion di Desa Batu Karang dan Sejati Sampang Ditargetkan Rampung Satu Pekan

Kompol Rendy Surya Aditama menyebut, polisi berhasil meringkus pelaku empat jam setelah kejadian.

"Setelah petugas melakukan penyelidikan dari laporan korban, pelakunya dapat diamankan 4 jam setelah melakukan pencurian," jelas Rendy.

Menurut dia, pelaku bukan orang baru dalam dunia kriminalitas di Kota Pahlawan.

Berdasarkan catatan yang dimiliki, pelaku ternyata sempat mendekam di beberapa polsek di Surabaya, karena kasus pencurian dan jambret.

Dari tangannya, polisi mengamankan barang bukti uang sedikitnya Rp 2,4 juta, dompet, topi, dan kaus.

Pelaku juga dijerat pasal Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Kasus Kekerasan pada Anak Masih Tinggi di Pamekasan Madura, Kekerasan Seksual Mendominasi Daftarnya

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved