Breaking News:

Cegah Kekurangan Suplai, Pemprov Jatim Batasi Pengiriman Cabai ke Luar Jawa Timur hingga Musim Panen

Pemprov Jatim akan membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur agar suplai cabai aman dan tidak sampai kekurangan.

Tribunnews
ilustrasi - Cegah Kekurangan Suplai, Pemprov Jatim Batasi Pengiriman Cabai ke Luar Jawa Timur hingga Musim Panen 

Pemprov Jatim akan membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur agar suplai cabai aman dan tidak sampai kekurangan

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemprov Jatim akan membatasi pengiriman cabai ke luar daerah Jawa Timur hingga musim panen cabai tiba.

Hal itu dilakukan sebagai upaya suplai cabai di Jawa Timur aman dan tidak sampai kekurangan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Drajat Irawan mengatakan, suplai cabai yang kini menjadi penyokong hanya dari Malang dan Banyuwangi. 

Harga Cabai di Kota Madiun Melambung Tinggi, Bulog Gelar Operasi Pasar Cabai & Komoditi Pangan Lain

"Penyebab melonjaknya harga cabai ini karena saat ini kita sedang menunggu musim panen," kata Drajat Irawan pada Surya (Grup TribunMadura.com), Jumat (26/7/2019) 

"Sentra penghasil cabai rawit kita di Lamongan, Tuban, Kediri, dan Blitar masih belum panen, sehingga harga cabai kita melonjak, bahkan ada yang Rp 74 ribu perkilogramnya," sambung dia.

Melonjaknya harga cabai ini cukup banyak dikeluhkan oleh masyarakat, utamanya pengusaha makanan yang menggunakan cabai sebagai bahan utama.

Harga Cabai di Pamekasan Melonjak Tajam, Konsumen Kebingungan, Harap Harga Kembali Normal

Melihat hal tersebut, Drajat Irawan berharap agar mereka bersabar hingga pertengahan bulan Agustus mendatang.

"Supaya harga tidak kian melonjak, kita koordinasikan dengan paguyuban petani cabai," ucap Drajat Irawan.

"Kita membatasi penjualan cabai ke luar daerah Jatim dan memprioritaskan suplai cabai di Jawa Timur," sambung dia.

"Dengan begitu kita harap suplai tetap terjamin dan harga tidak kian mahal," tambahnya.

15 Wilayah di Jawa Timur Berstatus Siaga Darurat Kekeringan, 4 Kabupaten di Madura Masuk Daftarnya

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved