Berita Surabaya

Gelapkan Dana Rp 8 Miliar Milik Perusahaan, Edward Wijaya Salim Divonis 3,5 Tahun Penjara

Edward Wijaya Salim divonis tiga tahun enam bulan karena menggelapkan uang PT Cakra Group senilai Rp 8 miliar.

Gelapkan Dana Rp 8 Miliar Milik Perusahaan, Edward Wijaya Salim Divonis 3,5 Tahun Penjara
skidmorenews
ilustrasi - Gelapkan Dana Rp 8 Miliar Milik Perusahaan, Edward Wijaya Salim Divonis 3,5 Tahun Penjara 

Edward Wijaya Salim divonis tiga tahun enam bulan karena menggelapkan uang PT Cakra Group senilai Rp 8 miliar

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Edward Wijaya Salim divonis tiga tahun enam bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya

Hukuman itu dijatuhkan padanya karena Edward dinilai bersalah menggelapkan uang PT Cakra Group senilai Rp 8 miliar.

Terdakwa dinilai terbukti melanggar pasal 374, 372 KUHPidana Jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

4 Jemaah Haji asal Jatim Meninggal Dunia di Arab Saudi, Terkena Penyakit Infeksi hingga Paru-Paru

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah dan dihukum penjara selama tiga tahun enam bulan," kata ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Dede Suryaman, saat membacakan amar putusan. 

Vonis tersebut terbilang lebih ringan dari tuntutan JPU Dhini Ardani, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama empat tahun enam bulan. 

Hal yang meringankan terdakwa yaitu mengakui perbuatannya, menyesalinya, dan bersikap sopan selama persidangan. 

Menanggapi vonis tersebut, terdakwa mengaku pikir-pikir.

Dirawat 13 Hari, Korban Penusukan asal Pamekasan Meninggal, Keluarga Minta Pelaku Segera Ditangkap

Begitu juga dengan sikap yang diambil oleh JPU. "Pikir-pikir yang mulia," tegas JPU Dhini. 

Seperti diketahui, terdakwa bekerja sebagai auditor dan sebagai juru bayar hutang atau pembelian barang di PT Cakra Perkasa Jaya Mulya, PT Cakra Perkasa Jaya Abadi, PT. Cakra Perkasa Enginering, PT. Boerneo Rotating Pratama dan CV Cakra Perkasa Tekning.

Terdakwa kemudian menggunakan uang milik PT. Cakra Grup yang berada di Balikpapan membawahi tiga perusahaan, yaitu PT Cakra Perkasa Engineering, PT Borneo Rotating Pratama, dan PT Cakra Perkasa Jaya Abadi sejak sekitar Juli 2017 - Agustus 2018 sebesar kurang lebih Rp 8.1 miliar.

30 Persen Anak di Jawa Timur Terkena Stunting, Konsumsi Susu Kental Manis Bisa Jadi Penyebabnya

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved