Berita Surabaya

Bendahara Dinas ESDM Jatim Ditahan Penyidik Kejari Surabaya, Terkait Kasus Dugaan Pungli Tahun 2018

Penyidik Kejaksaan Negeri Surabaya menahan Ali Hendro Santoso terkait kasus dugaan pungutan liar di Dinas ESDM Jatim.

Bendahara Dinas ESDM Jatim Ditahan Penyidik Kejari Surabaya, Terkait Kasus Dugaan Pungli Tahun 2018
TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Tersangka Ali Hendro Santoso saat dibawa ke mobil tahanan oleh petugas Kejari Surabaya, Kamis (1/8/2019). 

Penyidik Kejaksaan Negeri Surabaya menahan Ali Hendro Santoso terkait kasus dugaan pungutan liar di Dinas ESDM Jatim

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Bendahara pengeluaran yang membidangi bidang Evaluasi dan Pelaporan Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jatim, Ali Hendro Santoso, resmi ditahan Kejaksaan Negeri Surabaya

Penahanan ini dilakukan setelah penyidik Polda Jatim melimpahkan Tahap II atau barang bukti dan tersangka terkait kasus dugaan pungutan liar di Dinas ESDM Jatim

"Jadi tersangka ini seorang PNS di ESDM dalam pengurusan izin galian C," kata Kasi Intel Kejaksaan Negeri Surabaya, Fathur, Kamis (1/8/2019). 

Sejumlah Layanan Pengurusan SIM di Sidoarjo Ditutup, Pemohon Bisa Urus SIM di Tempat-Tempat Berikut

"Yang bersangkutan selaku termohon ini mengurus izin usaha yang isinya ada uang pelicin sebesar Rp 50 juta kepada Dinas ESDM," sambung dia.

Pada tanggal 2 September 2018, diberikan uang oleh pemohon kepada tersangka Ali dengan menyampaikan 'ada pergantian Kepala Dinas'.

Akan tetapi, wewenangnya tersangka ini disalahgunakan dengan memaksa melakukan permintaan uang kepada pemohon di luar ketentuan resmi. 

"Yang bersangkutan ini tidak mempunyai wewenang untuk menerbitkan menerbitkan dokumen teknis izin Pertambangan," lanjut Fathur. 

Kini, tersangka langsung ditahan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jatim selama dua puluh hari ke depan.

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Arjuno Pakai Water Bombing, Air Diperoleh dari Waduk Selorejo

Upaya penahanan ini dilakukan dengan dua pertimbangan, yaitu subjektif dan objektif  

"Subjektifnya guna memudahkan persidangan. Sedangkan objektifnya ancaman hukumannya lebih dari lima tahun," tandasnya. 

Tersangka didakwa dengan Pasal 12 huruf e atau pasal 11 UU RI no. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, kasus pungli ini juga menjerat Kasi Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan di Dinas ESDM Jatim, Kholiq Wicaksono. 

Kasus Kholiq Wicaksono lebih dulu diproses dan ia telah divonis 1 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Jumat (24/5/2019) lalu.

Berdalih Tak Dilayani Istri di atas Ranjang, Petani Nekat Perkosa Anak Kandung hingga Hamil 2 Kali

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved