Berita Bangkalan

Kepala BPKAD dan Dishub Bangkalan Tersandung Kasus Dugaan Korupsi, Bupati Cari Pengganti Keduanya

Bupati Bangkalan mengambil langkah taktis usai Kepala BPKAD dan Kepala Dinas Perhubungan Bangkalan diciduk Kejaksaan.

Kepala BPKAD dan Dishub Bangkalan Tersandung Kasus Dugaan Korupsi, Bupati Cari Pengganti Keduanya
TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin Imron usai menghadiri Pelantikan Pengurus PWI Bangkalan di Gedung Sujaki, Sabtu (3/8/2019). 

Bupati Bangkalan mengambil langkah taktis usai Kepala BPKAD dan Kepala Dinas Perhubungan Bangkalan diciduk Kejaksaan

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin Imron (Ra Latif) mengambil langkah taktis usai Kepala Badan Pengolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Samsul Arifin dan Kepala Dinas Perhubungan Bangkalan Mulyanto Dahlan diciduk Kejaksaan Negeri setempat, Jumat (2/8/2019).

"Hari ini kami akan ambil langkah siapa yang akan menggantikan posisi beliau, kedua pejabat itu," ungkap Abd Latif Amin Imron usai menghadiri Pelantikan Pengurus PWI Bangkalan di Gedung Sujaki, Sabtu (3/8/2019).

Langkah taktis tersebut ditempuh Abd Latif Amin Imron sebagai upaya Pemkab Bangkalan mewujudkan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian Ungkap Awal Mula Hobi Istrinya Suka Menyelam hingga Jadi Ketua WASI

"Saya akan ambil langkah agar pelayanan di dinas yang dipimpin kedua pejabat ini tetap berjalan, tidak terbengkalai," jelasnya.

Seperti diketahui, Mulyanto Dahlan dan Samsul Arifin ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan kambing etawa senilai Rp 9,2 miliar di tahun 2017.

Kasus ini berawal dari pengadaan kambing etawa yang menjadi program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) dan BPKAD Bangkalan di tahun 2017.

Saat itu, Mulyanto Dahlan masih menjabat sebagai Kepala Dinas PMD.

Sumber anggaran program tersebut berasal dari APBDes senilai Rp 9,2 miliar yang direalisasikan di 273 desa di Kabupaten Bangkalan.

Setiap desa dianggarkan sebesar Rp 33.750.000. Dana sebedar itu untuk pembelian 4 ekor kambing etawa betina senilai Rp 13.750.000 termasuk ongkos kirim Rp 800 ribu.

2 Pemain Absen, Persebaya Surabaya Dipastikan Tampil Pincang saat Melawan Madura United

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved