Breaking News:

Kecelakaan di Jalan Tol

Dua Ban Isuzu Panther Touring Meletus Bersamaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Dua Penumpangnya Celaka

Dua Ban Mobil Isuzu Panther Touring Meletus Bersamaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Dua Penumpangnya Celaka.

TRIBUNMADURA/IST
Dua Ban Mobil Isuzu Panther Touring Meletus Bersamaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Dua Penumpangnya Celaka, Minggu (4/8/2019). 

Dua Ban Mobil Isuzu Panther Touring Meletus Bersamaan di Tol Surabaya-Mojokerto, Dua Penumpangnya Celaka

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ban depan dan belakang sebelah kanan meletus bersamaan setelah mobil Isuzu Panther Touring menghantam tiang lampu penerangan jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) KM 713/A, Minggu (4/8/2019).

Akibatnya, dua orang penumpang mobil mengalami luka-luka.

Kedua penumpang Isuzu Panther Touring tersebut adalah, Puswanto (43). Dia mengalami luka lecet pada bagian pelipis sebelah kanan.

Lalu, Sodik (50) yang mengalami luka bengkak pada bibir.

Namun, sang sopir, Puswahyudi (39) dalam keadaan selamat.

Kanit PJR Ditlantas Polda Jatim AKBP Bambang Sukmo Wibowo menerangkan, insiden kecelakaan tunggal itu terjadi ketika mobil Isuzu Panther Touring melaju melalui jalur kiri dari arah Jombang menuju Surabaya di jalan Tol Surabaya-Mojokerto (Sumo).

Kecepatan laju mobil sekitar 90 Km/Jam.

Kendarai Toyota Avanza, Almar Tak Sadar Hantam Batas Beton Proyek Pipa Umbulan Tol Gempol-Pasuruan

Mulai 9 Agustus Tol Pandaan-Malang Berlakukan Tarif Baru, Ini Daftar Lengkap Tarif Semua Kendaraan

Motor Tabrakan Adu Kepala di Depan Balai Desa, 2 Pemotor di Sidoarjo ini Langsung Tewas Mengenaskan

Saat tiba di KM 713/A, laju mobil Isuzu Panther Touring mendadak oleng ke sisi kanan jalan.

Sopir tak sanggup mengendalikan laju kendaraannya.

Lalu mobil Isuzu Panther Touring menabrak tiang lampu penerangan jalan.

"Korban cidera telah dirawar di RS Petro Krian," katanya, Senin (5/8/2019).

Menurut Bambang Sukmo Wibowo, kecelakaan tunggal mobil Isuzu Panther Touring itu disebabkan ban depan dan belakang sebelah kanan meletus mendadak secara bersamaan.

"Kondisi itu diperkiraan akibat tekanan ban yang terlalu keras dan tidak layak pakai," tandasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved