Berita Pamekasan

Pemerintah Imbau Warga Pamekasan Madura Tak Sembelih Sapi Betina Produktif di Hari Raya Idul Adha

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Veteriner, Lilik mengatakan, pihaknya sudab mengirim surat edaran kepada sejumlah peternak hewan sapi

Pemerintah Imbau Warga Pamekasan Madura Tak Sembelih Sapi Betina Produktif di Hari Raya Idul Adha
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pedagang hewan sapi di Pasar Keppo Pamekasan, Rabu (7/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Jelang Hari Raya Idul Adha 2019, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, menghimbau warga Pamekasan, Madura, untuk tidak memotong sapi betina produktif.

Karena dapat berpotensi menurunkan produksi ternak sapi di masyarakat akan berkurang.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Masyarakat Veteriner, Lilik mengatakan, pihaknya sudab mengirim surat edaran kepada sejumlah peternak hewan sapi di Pamekasan terkait caea memilih hewan qurban yang baik dan benar.

“Kami menghimbau kepada masyarakat untuk menyembelih hewan qurban agar prioritasnya pasti jantan, tetapi kami sarankan untuk menghindari pemotongan sapi betina produktif,” imbau Lilik, Rabu (7/8/2019).

Diduga Karena Asmara, Pria dan Wanita di Bangkalan Madura ini Dibantai Dengan Sadis di Dekat Pasar

Pemuda Gresik yang Bunuh Ibu Kandungnya Sendiri Gara-gara Makanan Ringan Dituntut 12 Tahun Penjara

Godaan Juventus Pupus, Penyerang Manchester United Romelu Lukaku Kini Didekati Inter Milan

Lebih lanjut Lilik mengutarakan, pihaknya bukan hanya mengirim surat ke masing-masing wilayah untuk menghindari pemotongan sapi betina produktif.

Tapi juga menyebarkan brosur ke masing-masing penyuluh dan mantri hewan, agar disampaikan kepada para peternak dan masyarakat.

Larangan memotong sapi betina produktif itu tertuang dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan pasal 18 ayat (4), yang berbunyi setiap orang dilarang menyembelih ternak ruminansia kecil betina produktif atau ternak ruminansia besar betina produktif.

Sedangkan di pasal 86, diatur tentang sanksi pidana kurungan bagi yang menyembeli paling singkat 1 tahun dan paling lama 3 tahun, dengan denda paling sedikit Rp 100 - Rp 300 juta.

“Sebenarnya larangan memotong sapi betina produktif itu, bukan kali ini saja, akan tetapi sudah diberlakukan sejak dulu,” pungkasnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved