Berita Surabaya

6 Terdakwa Pengedar Uang Dolar Palsu di Kota Surabaya Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun

Enam terdakwa kasus dugaan pengedaran uang dolar palsu terancam hukuman 15 tahun penjara.

6 Terdakwa Pengedar Uang Dolar Palsu di Kota Surabaya Terancam Hukuman Penjara 15 Tahun
Tony Cenicola/The New York Times
ilustrasi uang dolar 

Enam terdakwa kasus dugaan pengedaran uang dolar palsu terancam hukuman 15 tahun penjara

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Enam terdakwa kasus dugaan uang dolar palsu terancam hukuman 15 tahun penjara.

Terdakwa di antaranya Ardian Sangadji, Christoffel Lodewyk, Harry Effendi, Maryono, Indro Lukito Sidharto, dan Adenan alias Gondrong diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (6/8/2019).  

Jaksa Penuntut Umum Didik Yudha Aribusono mengatakan, hasil dari pemeriksaan oleh US Secret Service bahwa FRNs (kertas uang) tersebut adalah palsu, karena nomor seri tidak terdapat di dalam database.

Warga Gresik Dituntut Hukuman Penjara 7 Tahun dan Denda Rp 800 Juta, Terbukti Pakai & Simpan Sabu

“Terdakwa didakwa dengan Pasal 245 Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP,” kata JPU Didik dalam dakwaannya. 

Didik menjelaskan, hasil dari pemeriksaan adalah FRNs tersebut bukan merupakan uang kertas negara Amerika Serikat yang asli.

Hasil pemeriksaan FRNs menemukan kejanggalan terhadap uang dolar yang dibuat para terdakwa.

“Fitur kertas asli yaitu  FRNs memiliki serat warna merah dan biru yang melekat pada kertas, FRN seri tahun 1990 dan setelahnya memiliki benang pengaman yang melekat pada kertas, FRNs dicetak dengan menggunakan proses intaglio dan typigraphic printing,” jelas Didik.

Berikut Denda yang Harus Dibayarkan Jika Langgar Ambang Batas Kecepatan di Jalan Tol Pandaan-Malang

Dari dua bendel pecahan 100 dolar Amerika Serikat itu, tambah Didik, ada sembilan lembar uang dolar palsu tersebut tidak ada.

“Jadi totalnya 191 lembar pecahan 100 dolar Amerika Serikat,” pungkas Didik dan dibenarkan oleh para terdakwa.

Seperti diketahui, awalnya polisi menangkap Ardian Sangadji dan Christoffel Lodewyk sekitar pukul pukul 22.00 di Hotel Inna Simpang, Surabaya.

Dari pengakuan kedua tersangka, polisi akhirnya meringkus Harry Effendi, Maryono, Indro Lukito Sidharto, dan Adenan. 

Keunggulan OPPO K3 Limited Edition di Indonesia, Ada Fitur Kamera Tersembunyi hingga Estetika Desain

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved