Berita Sumenep

Terciduk Polisi Kulak Ribuan Rokok Ilegal, Pria di Sumenep Madura Terancam 5 Tahun Penjara

Polres Sumenep menangkap seorang pria yang membeli produk rokok tanpa dilengkapi pita cukai.

Terciduk Polisi Kulak Ribuan Rokok Ilegal, Pria di Sumenep Madura Terancam 5 Tahun Penjara
ISTIMEWA/TRIBUNMADURA.COM
Ribuan rokok ilegal yang disita Polres Sumenep, Rabu (14/8/2019). 

Polres Sumenep menangkap seorang pria yang membeli produk rokok tanpa dilengkapi pita cukai

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Polres Sumenep menangkap seorang pria bernama Moh Farid (25), warga Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Sabtu (3/8/2019).

Ia ditangkap setelah terciduk membeli produk rokok tanpa dilengkapi pita cukai atau rokok ilegal sebanyak 7.800 batang.

Kapolres Sumenep, AKBP Muslimin mengatakan, penangkapan itu dilakukan saat polisi menggelar operasi gabungan antara Polsek Lenteng, Polsek Ganding, dan Polsek Guluk-guluk.

Warga Lumajang Tersungkur setelah Dibacok Tamu di Rumahnya, Terungkap Ada Masalah Sengketa Lahan

"Kemudian mendapati mobil Avanza yang dikendarai Moh Farid mengangkut rokok tanpa pita cukai sebanyak 7.800 batang rokok," kata AKBP Muslimin, Rabu (14/8/2019).

Menurut AKBP Muslimin, tersangka membeli produk rokok tanpa cukai dan akan dijualnya kembali untuk mencari keuntungan.

"Motifnya dia mencari keuntungan," tambahnya.

AKBP Muslimin mengatakan, ribuan rokok ilegal itu terdiri dari bermacam merek, di antaranya Grand Max 1.200 bungkus dan merk Dalil 6.600 bungkus.

Derby Jatim Arema FC Vs Persebaya, Bejo Sugiantoro Matangkan Mental Pemain Tanpa Djadjang Nurdjaman

Ia menambahkan, gelar perkara yang berkaitan dengan bea cukai akan ditangani Direktur Jenderal Bea dan Cukai.

Selain mengamankan 7.800 bungkus rokok, polisi juga mengamankan barang bukti lain, berupa satu unit ponsel merek Xiaomi dan satu unit mobil Avanza nomor polisi M 1357 VD.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 54 atau Pasal 56 undang-undang No. 39 tahun 2007 tentang perubahan atas undang-undang No. 11 tahun 1995 tentang cukai.

"Ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara," katanya.

Persebaya Surabaya Tanpa Pelatih Kepala Saat Hadapi Arema FC, Bajul Ijo Diminta Siapkan Mental

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved