Berita Pamekasan

Massa Geruduk Kantor Kelurahan Bugih Pamekasan, Tagih Proyek yang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Maksud kedatangan mereka yaitu ingin mengklarifikasi terkait dugaan temuan adanya indikasi pekerjaan penataan lingkungan yang tidak sesuai spesifikasi

Massa Geruduk Kantor Kelurahan Bugih Pamekasan, Tagih Proyek yang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Sejumlah massa saat menggeruduk Kantor Kelurahan Bugih Pamekasan, Jalan Dirgahayu, Kamis (15/8/2019). 

Massa Geruduk Kantor Kelurahan Bugih Pamekasan, Tagih Proyek yang Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah massa yang tergabung dalam Forum Aspirasi Rakyat Madura (FARA) menggeruduk Kantor Kelurahan Bugih, Jalan Dirgahayu, Kabupaten Pamekasan, Kamis (15/8/2019).

Maksud kedatangan mereka yaitu ingin mengklarifikasi terkait dugaan temuan adanya indikasi pekerjaan penataan lingkungan yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Korlap Aksi, Abdurrahman mengatakan, kedatangan pihaknya melakukan aksi ke Kantor Kelurah Bugih Pamekasan yakni sehubungan dengan adanya program rencana anggaran belanja kegiatan pemberdayaan RT melalui penataan lingkungan kelurahan bugih berbasis padat karya Kabupaten Pamekasan pada tahun 2019 yang seharusnya pihak penyedia baik lurah dan pihak ketiga (kontraktor) mengerjakan pekerjaan sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi yang sudah ditentukan oleh konsultasi perencanaan.

"Kami menduga adanya indikasi kuat proyek dikerjakan asal jadi dan ditenggarai tindak pidana korupsi," kata Abdurrahman.

Memilukan, 3 Hari Tunggi Jenazah Ayah di Kamar Terkunci, Bayi TKI di Taiwan ini Terus Dekap Bapaknya

Kericuhan Demonstrasi Aliansi Mahasiswa Papua Mereda, Jalanan di Kota Malang Kembali Dibuka

Tendangan Geledek Dendi Santoso Bawa Arema FC Unggul 1-0 atas Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang

Abdurrahmam mengutarakan temuan pihaknya di lapangan terkait proyek tersebut yakni adanya indikasi pekerjaan yang tidak sesuai dengan RAB dan konsultan perencanaan, diantaranya;

1. Pengadaan pos kamling adanya indikasi tidak sesuai dengan spesifikasi.

2. Pengadaan gapura mini terindikasi tidak sesuai dengan spesifikasi.

3. Pembelian lampu jalan adanya indikasi tidak sesuai dengan analisa harga satuan.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved