Polsek Tambelangan Dibakar

Para Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Ditahan di Polda Jatim Selama 20 Hari, Demi Keamanan

Sembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan akan ditahan di Polda Jatim.

Para Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Ditahan di Polda Jatim Selama 20 Hari, Demi Keamanan
TRIBUNMADURA.COM/SYAMSUL ARIFIN
Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Anton Delianto saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Negeri Surabaya, Jalan Sukomanunggal, Kamis (22/8/2019). 

Sembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan akan ditahan di Polda Jatim

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya, Anton Delianto memastikan, sembilan tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, akan ditahan di Polda Jatim.

Anton Delianto mengatakan, para tersangka pembakaran Polsek Tambelangan ditahan di Polda Jatim selama 20 hari ke depan. 

Menurut Anton Delianto, penahanan para tersangka pembakaran Polsek Tambelangan di Polda Jatim untuk keamanan mereka masing-masing.

Pengadilan Negeri Pamekasan Gelar Pemeriksaan Setempat, Kuasa Hukum Padla Minta Hakim Pakai Keadilan

9 Tersangka Pembakaran Polsek Tambelangan Diperiksa Penyidik Kejari, Diantar Keluarga dan Pengacara

“Untuk alasan keamanan, semua tersangka kita titipkan di Rutan Polda Jatim selama 20 hari ke depan,” kata Anton Delianto, Kamis (22/8/2019). 

Sebelumnya, Kejaksaan Negeri Surabaya menahan sembilan orang tersangka kasus pembakaran Polsek Tambelangan.

Kesembilan tersangka itu masing-masing bernama Satiri, Bukhori alias Tebur, Abdul Rahim, Abdul Khodir Alhadad, Hadi, Supandi, Hasan, Ali, dan Zainal.

Ditanya mengenai pelimpahan berkas dakwaan ke pengadilan, Anton Delianto mengaku secepatnya akan menuntaskan pemberkasan perkara ini. 

Dirut Jatim Expo Minta Maaf, Berharap Pasar Seni Lukis Indonesia Terlaksana di JX Internasional

Namun, Anton Delianto enggan merincikan penahanan para tersangka jika sudah disidangkan.

“Bisa ditanyakan langsung ke Kejari Sampang atau ke Penkum (Penerangan Hukum) Kejati Jatim," ucap Anton Delianto.

"Karena locus delicti (lokasi tempat kejadian perkara) di Sampang. Sedangkan tahap dua di Kejari Surabaya hanya untuk faktor keamanan saja,” bebernya.

Harga Jual Komoditas Anjlok dan Sulit Pemasaran, Petani Stroberi Pandanrejo Mengeluh ke Pemkot Batu

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved