Breaking News:

Berita Pamekasan

Pengadilan Negeri Pamekasan Gelar Pemeriksaan Setempat, Kuasa Hukum Padla Minta Hakim Pakai Keadilan

Pengadilan Negeri Pamekasan menggelar Pemeriksaan Setempat objek tanah yang disengketakan kasus tiga batang pohon pisang.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Pengadilan Negeri Pamekasan saat melakukan Pemeriksaan Setempat terhadap objek yang disengketakan di Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, Kamis (22/8/2019). 

Pengadilan Negeri Pamekasan menggelar Pemeriksaan Setempat objek tanah yang disengketakan kasus tiga batang pohon pisang

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Kasus Padla (65), seorang tukang becak, asal Desa Blumbungan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan, yang diadili karena mencabut tiga batang pohon pisang, masih terus berlanjut.

Kini, Pengadilan Negeri Pamekasan melalui Majelis Hakim Pemeriksa Perkara melakukan Pemeriksaan Setempat terhadap objek tanah yang disengketakan.

Pantauan TribunMadura.com, Pemeriksaan Setempat dihadiri langsung Ketua Majelis Hakim, Majelis Hakim Pemeriksa Perkara, Panitera, dan para pihak penggugat serta kuasa hukumnya.

Dirut Jatim Expo Minta Maaf, Berharap Pasar Seni Lukis Indonesia Terlaksana di JX Internasional

Petani Tembakau Sampang dan Pamekasan Geruduk Kantor PT Bentoel, Tuntut Kejelasan Kontrak STP Barang

Hadir juga hak tergugat serta kuasa hukumnya, turut tergugat yakni BPN, Personel Kepolisian dari Polsek Larangan, Prinsipal Penggugat dan Tergugat serta perangkat Desa Blumbungan.

Kuasa Hukum Penggugat dari pihak Padla, Marsuto Alfianto mengatakan, latar belakang dan dasar diadakannya Pemeriksaan Setempat tersebut atas permintaan pihaknya.

Tujuannya, kata dia, untuk mengetahui objek yang disengketakan dalam perkara.

Pemeriksaan Setempat dilakukan sebelum saksi-saiki dipanggil oleh Hakim Pengadilan Negeri Pamekasan terkait dengan perkara antara Padla dengan Busiyeh.

Harga Jual Komoditas Anjlok dan Sulit Pemasaran, Petani Stroberi Pandanrejo Mengeluh ke Pemkot Batu

Terlibat Kasus Korupsi, Dua Pejabat Disdik Sampang Diberhentikan Sementara, Gajinya Juga Dipotong

"Selain itu dilakukan Pemeriksaan Setempat, untuk mengetahui objek yang disengketakan secara definitif mengenai lokasi, ukuran tanah serta batas-batas tanah yang disengketakan," kata Marsuto Alfianto yang juga menjabat sebagai Ketua LBH Pusara, Kamis (22/8/2019).

Lebih lanjut, Marsuto Alfianto mengutarakan, diadakannya Pemeriksaan Setempat itu merupakan hal yang penting.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved