Berita Surabaya

Kejaksaan Tinggi Jatim Tunggu Juknis Hukuman Kebiri Kimia Pelaku Pemerkosaan Anak di Mojokerto

Muhammad Aris mendapat hukuman kebiri kimia setelah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.

Kejaksaan Tinggi Jatim Tunggu Juknis Hukuman Kebiri Kimia Pelaku Pemerkosaan Anak di Mojokerto
capitalradio.co.ug
ilustrasi - Kejaksaan Tinggi Jatim Tunggu Juknis Hukuman Kebiri Kimia Pelaku Pemerkosaan Anak di Mojokerto 

Muhammad Aris mendapat hukuman kebiri kimia setelah terbukti melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kejaksaan Tinggi Jatim masih mengoordinasikan petunjuk teknis perihal eksekusi hukuman kebiri kimia terhadap terpidana Muhammad Aris.

Muhammad Aris diputus bersalah dan dihukum dengan hukuman kebiri kimia setelah melakukan pemerkosaan terhadap anak-anak.

Keputusan hukuman kebiri kimia kepada Muhammad Aris diberikan menyusul putusan banding dari Pengadilan Tinggi Surabaya yang telah inkrah.

Predator Anak di Mojokerto Dihukum Kebiri, Pakai Metode Suntik Turunkan Kadar Testosteron Pelaku

Oknum PNS Pemkab Jombang Ditangkap Polisi, Isap Sabu Bersama Pedagang Ayam di Rumahnya

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jatim, Richard Marpaung mengatakan, putusan banding Pengadilan Tinggi Surabaya menguatkan vonis Pengadilan Negeri Mojokerto yang memberi tambahan hukuman kebiri kimia terhadap Aris.

Selain itu, Aris juga dihukum kurungan penjara selama 12 tahun dan denda Rp 100 juta, subsider enam bulan kurungan.

"Hukuman kebiri kimia ini baru pertama kali di Indonesia dan belum ada petunjuk teknisnya," kata Richard Marpaung saat dikonfirmasi, Senin (26/8/2019). 

"Sehingga, untuk mengeksekusinya, kami perlu berkoordinasi lebih dulu dengan pimpinan di Kejaksaan Agung," sambung dia.

Sebelumnya, terpidana Aris, warga Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, divonis bersalah karena memperkosa sembilan orang korban yang masih anak-anak. 

Hari Kelima Insiden KM Santika Nusantara Terbakar, Lokasi Pencarian Korban & Bangkai Kapal Diperluas

Persidangan pemuda berusia 21 tahun itu menggunakan Pasal 76 D juncto Pasal 81 ayat 2 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Penganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana.

Menurut Richard Marpaung, Kejaksaan Negeri Mojokerto telah meminta sejumlah rumah sakit di wilayah Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan putusan inkrah dari Pengadilan Tinggi terhadap terpidana Aris.

Namun, kata dia, tak satupun rumah sakit yang bersedia mengeksekusinya, dengan alasan belum tersedia fasilitasnya.   

Kejaksaan Negeri Mojokerto kemudian meminta petunjuk ke Kejaksaan Tinggi Jatim untuk pelaksanaan eksekusinya. 

"Sekarang kami sedang berkoordinasi dengan pimpinan di Kejaksaan Agung untuk terkait juknis pelaksanaannya," jelas Richard Marpaung.

"Misalnya, apakah eksekusinya harus bekerja sama dengan rumah sakit yang ditunjuk atau kebiri kimia dengan cara bagaimana. Itu harus diatur lewat juknis," lanjutnya.

Alasan Amerika Serikat Disebut Negeri Paman Sam, Ada Kisah Pria Tua Terkenal di Baliknya

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved