Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Update Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kejati Tunggu Pelimpahan Tersangka & BB dari Polda Jatim

Update Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Kejati Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti dari Polda

Update Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles, Kejati Tunggu Pelimpahan Tersangka & BB dari Polda Jatim
TRIBUNMADURA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Kondisi area tanah ambles di Jl Raya Gubeng, Surabaya, Rabu (19/12/2018). Jalan raya itu ambles sedalam sekitar 20 meter dengan lebar 30 meter pada Selasa (18/12/2018) malam, dan penyebabnya diduga karena proyek pembangunan gedung di sekitar lokasi. 

Update Kasus Amblesnya Jalan Gubeng Surabaya, Kejati Tunggu Pelimpahan Tersangka dan Barang Bukti dari Polda Jatim

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Kepala Kejati Jatim, Sunarta mengaku pihaknya masih menunggu pelimpahan tahap II kasus amblesnya Jalan Gubeng Surabaya.

Kini, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak Polda Jatim

Dari koordinasi itu penyidik masih berupaya mendatangkan keenam tersangka. Sebab, mereka tidak ditahan.

"Kami masih menunggu tahap dua dari Polda. Tidak ada batas waktu karena tersangka lebih dari satu, yang ini datang yang ini belum. Itu urusan sanalah (Polda)," kata Sunarta, Kamis, (5/9/2019). 

Lebih dari sebulan sejak berkas perkara amblesnya Jalan Gubeng Surabaya dinyatakan lengkap atau P-21, penyidik Polda Jatim sampai kini belum melimpahkan keenam tersangka beserta barang bukti ke jaksa Kejati Jatim.

Berkas tersebut lengkap pada 19 Juli 2019 lalu.

Penyidik sebelumnya menetapkan enam tersangka dalam kasus ini.

Mereka dianggap lalai hingga jalan tersebut ambles.

Keenam tersangka itu antara lain berinisial BD, RW, AP, RH, LAH dan AKEY.

Mereka merupakan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. 

Keenam tersangka disangka Pasal 192 ayat 2 KUHP dan Pasal 63 ayat 1 Undang-undang Nomor 38 tahun 2004 tentang jalan jo Pasal 55 ayat 1 KUHP.

Mereka dianggap lalai saat pengerjaan proyek basement RS Siloam Surabaya, sehingga menyebabkan jalan ambles dan mengganggu lalu lintas.

Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved