Berita Pamekasan

Mantan Kades di Pamekasan Madura Diduga Korupsi Kasus PRONA, Masyarakat Lapor ke Kejati Jatim

masyarakat Desa Tlonto Ares yang merasa keberatan terhadap penarikan uang sejumlah Rp 800 ribu berkenaan dengan pengurusan sertifikat tanah gratis

Mantan Kades di Pamekasan Madura Diduga Korupsi Kasus PRONA, Masyarakat Lapor ke Kejati Jatim
istimewa
perwakilan sejumlah masyarakat Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan saat selesai melapor ke Kejati Jawa Timur, Jumat (6/9/2019). 

Mantan Kades di Pamekasan Madura Diduga Korupsi Kasus PRONA, Masyarakat Lapor ke Kejati Jatim

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sejumlah masyarakat Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan ditemenani Kuasa Hukumnya dari LBH Pusara Pamekasan melaporkan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Mantan Kades Tlonto Ares ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Jumat (6/9/2019).

Kuasa Hukum Masyarakat Desa Tlonto Ares sekaligus Ketua LBH Pusara Pamekasan, Marsuto Alfianto mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan tindak pidana korupsi tersebut ke Kejati Jawa Timur berkaitan dengan pengurusan sertifikat tanah gratis melalui program Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) di Desa Tlonto Ares.

Saat melapor, Marsuto Alfianto mengaku juga ditemani oleh tujuh perwakilan masyarakat Desa Tlonto Ares yang merasa keberatan terhadap penarikan uang sejumlah Rp 800 ribu berkenaan dengan pengurusan sertifikat tanah secara gratis itu.

"Jadi tahun 2016 di Desa Tlonto Ares mendapatkan program pengurusan sertifikat tanah gratis melalui PRONA," kata Alfian sapaan akrab Marsuto Alfianto kepada TribunMadura.com.

Istri Tergesa Datangi Rumah Kost Suami, Histeris Lihat Isi Kamar saat Mengintip dari Balik Jendela

Sekjen DPP PDIP Hasto Beri Kode Keras: Calon Wali Kota Surabaya yang Diusung PDIP Tergantung Risma

Reaksi Sparta Lihat Bima Aryo saat Dievakuasi Sudin KPKP, Matanya Merah dan Tak Lagi Bersemangat

"Puluhan orang yang mendapatkan Program Prona tersebut diduga kuat telah dimintai uang sebanyak Rp. 800 ribu oleh Mantan Kades Tlonto Ares atas nama Kamaluddin," sambung dia.

Akibat permintaan tersebut, kata Alfian, masyarakat Desa Tlonto Ares merasa sangat keberatan.

Karena masyarakat baru tahu jika program tersebut adalah program PRONA yang seharusnya gratis.

"Selain itu masyarakat merasa sangat dirugikan atas ulah oknum Kepala Desa tersebut.

Halaman
12
Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved