Berita Sumenep

Sebelum Perkosa Istri Tetangga, Petani Madura Diduga Ancam Korban Jika Tak Bertemu di Lahan Kosong

Seorang petani asal Kabupaten Sumenep diduga memperkosa istri tetangganya sendiri di sebuah lahan kosong.

Sebelum Perkosa Istri Tetangga, Petani Madura Diduga Ancam Korban Jika Tak Bertemu di Lahan Kosong
devon.gov.uk
ilustrasi- Sebelum Perkosa Istri Tetangga, Petani Madura Diduga Ancam Korban Jika Tak Bertemu di Lahan Kosong 

Seorang petani asal Kabupaten Sumenep diduga memperkosa istri tetangganya sendiri di sebuah lahan kosong

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Seorang petani asal Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Madura, A (40), dihajar massa.

A mengalami luka robek pada bagian kepalanya, setelah diduga perkosa istri tetangga bernama MH (30), SW (24).

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti menjelaskan kronologi dugaan pemerkosaan yang dilakukan A kepada SW.

Petani Madura Diduga Perkosa Istri Tetangga, Luka Robek pada Bagian Kepalanya setelah Diamuk Massa

Guru Ngaji di Kota Malang Diduga Cabuli Muridnya Sendiri, Sempat akan Dihajar Masyarakat Setempat

Menurut AKP Widiarti, sebelum kejadian, A menghubungi SW melalui telepon untuk bertemu di lahan kosong.

SW sempat menolak ajakan A, namun kemudian diancam akan dibunih jika menolak ajakan tersebut.

"Korban diancam akan dibunuh bila tidak melayani kemauan pelaku waktu ditelpon sekitar pukul 18.30 WIB," kata AKP Widiarti, Minggu (8/9/2019).

Karena terancam, SW kemudian mendatangi tempat yang ditentukan untuk bertemu dengan A sendirian.

Sesampainya di teras rumah, suami SW, MH menanyakan keperluan sang istri keluar rumah.

Kisah Muna Masyari Cerpenis Lokalitas Madura, Penjahit Pakaian dan Merangkai Cerita Pendeknya

Adik Tercengang Lihat Kakak saat Paksa Masuk dari Jendela, Awalnya Datang ke Rumah karena Penasaran

Halaman
123
Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved