Berita Pamekasan

Pilkades Serentak Pamekasan di Desa Palengaan Daya Pamekasan Ricuh, Penyebabnya dari Pendukung

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura ricuh

Pilkades Serentak Pamekasan di Desa Palengaan Daya Pamekasan Ricuh, Penyebabnya dari Pendukung
istimewa
kericuhan Pilkades di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pemakasan, Rabu (11/9/2019) kemarin. 

Pilkades Serentak Pamekasan di Desa Palengaan Daya Pamekasan Ricuh, Penyebabnya dari Pendukung

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Desa Palengaan Daya, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, sempat ricuh, Rabu (11/9/2019) kemarin.

Proses pilkades sempat dihentikan lantaran tidak kondusif.

Bahkan, pada saat kejadian ada seorang warga diamankan anggota Brimob.

Tak hanya itu, video kericuhan Pilkades di Desa Palengaan Daya juga tersebar di berbagai jejaring media sosial, Facebook, Youtube dan story WhatsApp.

Video berdurasi 23 detik itu kini viral dan dalam video tersebut merekam kericuhan dan ketegangan Pilkades di Desa Palengaan Daya.

Istri Sembunyikan Kunci Motor Suami, Hentikan Perbuatan Dosa Suami, Malah Dihajar Habis-Habisan

Sudah Dianggarkan APBN Segini, Mulai Tahun 2020, Gaji Perangkat Desa Setara Gaji PNS Golongan IIA

Mantan Koruptor Terpilih Kembali Menjadi Kepala Desa di Desa Bono Tulungagung, Sempat Gagal Nyaleg

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunMadura.com, pilkades di desa tersebut sempat ricuh lantaran diduga ada pendukung dari salah satu calon Kades yang menggunakan hak suaranya lebih dari satu kali.

Aksinya tersebut sempat diketahui oleh pendukung lainnya.

Kapolsek Palengaan Iptu Bambang Irawan saat dikonfirmasi mengenai kejadian tersebut mengatakan, bahwa kejadian itu memang benar di Desa Palengaan Daya.

Dan pihaknya juga membenarkan jika pilkades di Desa Palengaan Daya sempat ricuh namun setelah itu berlangsung kondusif kembali.

Kata Iptu Bambang Irawan, kericuhan Itu terjadi lantaran kesalahpahaman atau miskomunikasi antar sesama pendukung calon Kades.

"Berkenaan dengan informasi adanya warga yang nyoblos lebih dari satu kali tersebut tidak benar. Tidak ada apa-apa, di sini kondusif dan sudah selesai. Semua sudah aman," katanya, Kamis (12/9/19).

Iptu Bambang Irawan juga mengaku, saat petugas melakukan pengamanan, semua berlangsung sigap.

"Kami juga melarang masyarakat dan para pendukung calon yang sudah selesai mencoblos masuk ke tempat pemungutan suara (TPS) demi lancarnya pelaksanaan pilkades dan alhamdulillah aman semua," tandasnya.

Polda Jatim Pastikan Pemutihan SIM hanya Kabar Hoax, Korlantas Luncurkan Kartu Baru 22 September

Demi Tumbangkan PKB di Pilkada Tuban 2020, Partai Gerindra Koalisi Dengan PDIP Bangun Poros Tengah

Australia Tak Ikut Campur, Polda Jatim Siapkan Status Daftar Pencarian Orang (DPO) ke Veronica Koman

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved