Breaking News:

Berita Pamekasan

Guna Mencegah Maraknya Penyakit Stunting, Warga Desa dan Kepolisian Gelar Musdes Rembuk Stunting

Musdes itu digelar bersamaan dengan 'Rembuk Stunting' untuk penyusunan perencanaan pembangunan desa tahun berikutnya.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Suasana saat rembuk Stunting digelar di Aula Rumah Kepala Desa Tampojung Tengah, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (1/9/2019). 

Guna Mencegah Maraknya Penyakit Stunting, Warga Desa dan Kepolisian Gelar Musdes Rembuk Stunting

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Perangkat Desa Tampojung Tengah dan Jajaran Kepolisian Polsek Waru Pamekasan menggelar 'Musyawarah Desa (Musdes)' di aula rumah Kepala Desa Tampojung Tengah, Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Madura, Selasa (1/9/2019).

Musdes itu digelar bersamaan dengan 'Rembuk Stunting' untuk penyusunan perencanaan pembangunan desa tahun berikutnya.

Serta untuk mencegah dan mengurangi angka penderita stunting di Desa Tampojung Tengah.

Dalam acara tersebut dihadiri oleh jajaran perangkat Desa Tampojung Tengah, Kapolsek Waru AKP Akh. Jauhari Anwar yang diwakili oleh Wakapolsek Waru, Ipda Gunarto, Kades Tampojung Tengah, Sekdes beserta jarajan aparat Pemerintah Desa Tampojung Tengah, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Tampojung Ghuwe, Tokoh Masyarakat dan TP. PKK Desa Tampojung Tengah serta Pengelola TK/PAUD se-Desa Tampojung Tengah.

Saat acara Rembuk Stunting berlangsung dibuka oleh Kepala UPT. Puskesmas Waru yang diwakili oleh Masnur.

Dalam sambutannya, Masnur mengatakan, Musdes dan Rembuk Stunting ini berfungsi sebagai forum musyawarah antara kader desa, masyarakat desa dengan pemerintah desa dan juga BPD.

Mulanya Adik Mengira Kakaknya Buang Air Besar di Kandang Kambing, Namun Malah Berujung Histeris

Selalu Waspada Saat Meninggalkan Mobil, ada Modus Baru, Viral Mobil Toyota Avanza Digondol Pencuri

Mau Pulang ke Jember Cegat Bus di Jalan Raya Sampang, Wanita Bernama Ika Harus Mendekam di Penjara

"Dalam hal ini kami membahas perencanaan anggaran serta pencegahan dan penanganan masalah kesehatan di Desa Tampojung khususnya Stunting dengan mendayagunakan sumber daya pembangunan yang ada di Desa," katanya.

Masnur juga mengutarakan, gerakan akselerasi pengurangan stunting telah mendapat dukungan dari Pemerintah Pusat dengan Inpres No 1 Tahun 2017 mengenai germas, Perpres No 83 Tahun 2017 mengenai kebijakan strategi pangan dan gizi, Perpres No 42 tentang gerakan nasional percepatan perbaikan gizi, serta dimasukkanya dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) sejalan dengan komitmen berkelanjutan 'Sustainable Development Goals (SDG’S)'.

Sementara Wakapolsek Waru, Ipda Gunarto menghimbau, agar semua sektor berkomitmen mengawal penggunaan ADD dan DD serta mengurangi stunting melalui kegiatan melawan stunting yang meliputi pemenuhan kecukupan gizi.

"Melalui rembuk ini kami dari Kepolisian Sektor Waru Polres Pamekasan ingin menyampaikan himbauan untuk membangun opini publik dalam rangka pencegahan penyebaran paham Radikalisme, Anarkisme dan Terorisme," imbaunya.

"Serta mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan. Karena kami yakin yang hadir di tempat ini adalah kelompok masyarakat sadar hukum dan kamtibmas, diharapkan dapat bersinergis dengan Polri serta stakeholder terkait lainya", tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved