Breaking News:

Berita Surabaya

Massa Alumni SMA Surabaya Bersatu Minta Pelantikan Jokowi-Maruf Amin Dilakukan Tepat Waktu

Massa yang tergabung dalam Alumni SMA Surabaya Bersatu menyuarakan agar pelantikan Presiden dan Wakil Presiden dilakukan tepat waktu.

TRIBUNMADURA.COM/SOFYAN CANDRA ARIF SAKTI
Ketua Umum ASSB Arif Yani didampingi Sekretaris ASSB, Noviana saat Ditemui Usai Aksi di Depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Selasa (1/10/2019) 

Hal ini merespon kabar yang menyebut bahwa Presiden Joko Widodo meminta supaya pelantikan dimajukan sehari dari jadwal yang sudah ditetapkan.

"Pelantikan tetap 20 Oktober," kata Viryan kepada Kompas.com, Senin (30/9/2019).

Viryan menyebut, waktu pelantikan itu ditentukan sesuai dengan akhir masa jabatan (AMJ) Presiden dan Wakil Presiden.

Adapun sejak pemilu periode-periode sebelumnya, pelantikan selalu digelar pada 20 Oktober 2019.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Kompas.com)

Halili Yasin dan Fathor Rohman Terpilih Jadi Ketua DPRD Pamekasan, Periode Jabatan akan Dibagi Dua

Siap-Siap! Musim Hujan di Kota Malang Diprediksi Terjadi Pada Pekan Pertama November Mendatang

Oleh karenanya, mengikuti AMJ yang berlaku, pelantikan harus digelar pada 20 Oktober 2019, sesuai dengan waktu yang sudah berlaku dari tahun ke tahun.

"UUD menyebut masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden 5 tahun," ujar Viryan.

Aturan yang dimaksud Viryan tertuang dalam Pasal 7 UUD 1945.

Dalam pasal tersebut dikatakan bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun.

Sesudahnya mereka dapat dipilih dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

Presiden Joko Widodo disebut berkeinginan memajukan pelantikan sehari lebih cepat dari jadwal seharusnya 20 Oktober 2019.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved