Breaking News:

Jalan Gubeng Surabaya Ambles

Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles Disidang Terpisah di PN Surabaya, 6 Terdakwa Tak Ajukan Eksepsi

Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles di Sidang Terpisah di PN Surabaya, 6 Terdakwa Tak Ajukan Eksepsi.

Penulis: Syamsul Arifin | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Enam tersangka kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles; Budi Susilo, Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto (kiri), Ruby Hidayat Saputra Karyadan Lawi Asmar serta Aditya Kurniawan (kanan), saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (7/9/2019). 

Kasus Jalan Gubeng Surabaya Ambles di Sidang Terpisah di PN Surabaya, 6 Terdakwa Tak Ajukan Eksepsi

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Enam terdakwa kasus Jalan Gubeng Surabaya ambles diadili di Pengadilan Negeri Surabaya, Senin (7/10/2019).

Mereka adalah Budi Susilo, Rendro Widoyoko dan Aris Priyanto pada berkas pertama.

Lalu, Ruby Hidayat Saputra Karya dan Lawi Asmar serta Aditya Kurniawan di berkas kedua. 

Keenam terdakwa kasus Jalan Gubeng Surabaya ambles tersebut disidang secara terpisah di Ruang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, dengan hakim yang diketuai oleh R. Anton Widyopriyono. 

Sidang dimulai dengan tiga terdakwa Budi Susilo selaku Direktur Operasional, Rendro Widoyoko Manager PT NKE dan Aris Priyanto Manager PT NKE, yang didakwa oleh JPU Hary Basuki dengan pasal 192 ke-1 KUHP Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Sedangkan dalam berkas yang kedua ada Pasal tambahan seperti Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP tentang turut serta," terang JPU Hari Basuki dan R.A Dhiny ardhany, saat membacakan surat dakwaan secara bergantian, Senin, (7/10/2019). 

Menanggapi dakwaan tersebut, melalui kuasa hukum ketiga terdakwa dalam berkas I menyatakan tidak ajukan eksepsi

Ini pula terjadi pada tiga tersangka lainnya, Lasmi Awar Handrian selaku Engineering SPV PT Saputra Karya dan Aditya Kurniawan Side Manager PT Saputra Karya dan Ruby Hidayat selaku Projek Manager PT Saputra Karya. 

Mereka lebih memilih melanjutkan persidangan.

Setelah dirasa cukup, Ketua majelis hakim R. Anton Widyopriono, kemudian menunda sidang dan menjadwalkan bahwa persidangan bakal digelar seminggu dua kali.

"Sidang kita gelar seminggu dua kali, pada hari Senin dan Kamis. Karena banyaknya berkas yang perlu pembuktian dan diperiksa," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved