Kabinet Jokowi Maruf Amin

Ditanya Mengenai Kabinet Jokowi-Maruf Amin, Emil Dardak Jawab Gak Tahu, Sebut Tak ada Tawaran

Jawab ini dilontarkan Emil ketika menjawab pertanyaan wartawan usai dirinya menjadi pembicara di seminar nasional di FKIP Universitas Jember

Ditanya Mengenai Kabinet Jokowi-Maruf Amin, Emil Dardak Jawab Gak Tahu, Sebut Tak ada Tawaran
TRIBUNMADURA/RAHADIAN BAGUS
Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, saat ditemui usai salat Ashar di Masjid Asy-Syifa, RSUD dr Soedono, Madiun, Selasa (26/2/2019). 

TRIBUNMADURA.COM, JEMBER - Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menjawab 'saya tidak tahu' saat ditanya wartawan terkait rumor namanya masuk ke jajaran calon menteri kabinet Jokowi-Maruf Amin

Jawab ini dilontarkan Emil ketika menjawab pertanyaan wartawan usai dirinya menjadi pembicara di seminar nasional di FKIP Universitas Jember, Rabu (9/10/2019).

"Saya nggak tahu soal itu, nggak tahu sama sekali. Tidak ada di bayangan saya," ujar Emil.

Dia menjawab serupa ketika ditanya jika dirinya diminta menjadi menteri di kabinet Jokowi-Maruf Amin.

"Orang nggak ada tawaran, ya nggak ada bayangan. Bayangan saya sekarang ini, saya harus ke Puger, ngurusi Jember," ujar Emil sambil tersenyum dan berjalan meninggalkan wartawan.

Ia pun memilih berpamitan, dan melambaikan tangan sebelum masuk ke mobil yang bakal membawanya ke Kecamatan Puger.

Di Kabupaten Jember, Emil menghadiri dua acara yakni, pertama, menjadi pembicara di seminar nasional yang digelar oleh FKIP Jember, dan kedua, menghadiri pelantikan taruna angkatan XIX SMK Perikanan dan Kelautan Puger.

Di FKIP, Emil menjadi pembicara di seminar nasional tentang 'Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya untuk Mempersiapkan Generasi Emas 2045'.

Kepada peserta seminar, Emil menjabarkan tentang perubahan dunia, termasuk di dalamnya revolusi industri 4.0, juga keberadaan kecerdasan buatan.

Menurutnya, bahasa dan sastra bisa menopang perubahan tersebut dari sisi rasa (taste).

"Taste atau rasa yang diciptakan dari kekuatan bahasa dan sastra ini tidak akan bisa menyaingi robot, maupun kecerdasan buatan. Potensi ini yang harus didalami. Jangan hanya sibuk dengan gadget, dan tidak peduli kepada lingkungan," tegas Emil.

Sementara itu, Dekan FKIP Unej Dafik mengatakan, pengisian dari Wagub Jatim Emil Dardak membuka area 'blank spot' dari revolusi industri 4.0 yang bisa diisi oleh kekuatan bahasa dan sastra.

"FKIP memang mengembangkan forum nasional dan internasional, salah satunya seminar yang dihadiri oleh Pak Wagub ini. Pak Wagub Emil telah membuka cakrawala termasuk area 'blank spot' revolusi industri 4.0 yang itu bisa diisi oleh bahasa dan sastra," tegas Dafik.

Ingin Punya Wajah Cantik Mulus, Nasib Gadis ABG Ngawi ini Berubah Total saat Melihat Motor di Sawah

Diwakili Relawan, Mandala Shoji Ambil Formulir Pendaftaran Pilwali Surabaya 2020 Lewat DPD Nasdem

Geng Jawara Kampung Beri Pengakuan Mengejutkan, Kapolres Surabaya Perintahkan Tindak Geng All Star

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved