Berita Sumenep

Istri PNS Sumenep Ditinggal Suami 4 Tahun Tanpa Dicerai, Berjuang Hidupi 2 Orang Anak Seorang Diri

Wanita ini mengaku harus membiayai hidup dan sekolah dua anaknya setelah ditinggalkan suaminya 4 tahun tanpa kejelasan.

Istri PNS Sumenep Ditinggal Suami 4 Tahun Tanpa Dicerai, Berjuang Hidupi 2 Orang Anak Seorang Diri
TRIBUNMADURA/ALI HAFIDZ SYAHBANA
UH, wanita asal Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep, Madura saat di kantor Dinkes Sumenep untuk mengadukan suaminya seorang PNS yang meninggalkannya selama 4 tahun, Rabu (9/10/2019). 

Wanita ini mengaku harus membiayai hidup dan sekolah dua anaknya setelah ditinggalkan suaminya 4 tahun tanpa kejelasan

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - UH (38), wanita asal Desa Gua-Gua, Kecamatan Raas, Pulau Raas, mengaku tak pernah diberi nafkah selama ditinggal suaminya, SR (41).

UH menyebut, dirinya sudah tak lagi dinafkahi oleh suaminya setelah empat tahun ditinggalkan.

Ibu dua anak ini mengatakan, SR (41) merupakan seorang PNS di lingkungan Dinas Kesehatan Sumenep.

4 Tahun Ditinggalkan Suami yang PNS Begitu Saja, Wanita Kecamatan Raas Sumenep ini Mengadu ke Dinkes

Dinkes Minta Ibu Hamil Waspadai Penularan Hepatitis B, Sebut Lebih Mematikan Dibanding HIV/AIDS

Selama ditinggalkan, UH harus membiayai dua anaknya yang masih bersekolah di bangku SMP dan SD di Kecamatan Raas.

"Terpaksa selama dua tahun terdesak ekonomi akibat suami UH tak ingat istri dan anaknya," kata Idrus, kerabat UH, kepada TribunMadura.com, Rabu (9/10/2019).

"UH harus kerja cari nafkah sendiri hingga hari ini," sambung dia.

Meski meninggalkan UH, SR disebut tidak pernah menceraikan sang istri.

Karena sudah tidak tahan lagi, UH akhirnya melaporkan suaminya ke Dinkes Sumenep.

Dua Pekan setelah Kerusuhan, Sebagian Pengungsi Enggan Kembali ke Wamena, Akui sudah Trauma

Kata Idrus, SR selama ini bekerja di Puskesmas Kecamatan Raas

"Sampai sekarang UH ini tidak dicerai dan tak diberi nafkah sama sekali," ungkap Idrus.

Idrus berharap, ada sokusi dan keadilan dari Pemkab Sumenep terkait masalah tersebut.

"Kami dari keluarga UH, sudah mengadukan ini ke Kepala Dinkes Sumenep untuk ditindaklanjuti secara serius," pungkas dia.

Nongkrong di Warung Kopi saat Jam Pelajaran, 15 Pelajar SMK Tuban Terjaring Razia Sayang Satpol PP

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved